Dianggarkan Rp3,8 Miliar, 335 Keluarga di Bojonegoro Bakal Terima Kolam Lele dari Pemkab
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali melanjutkan Program Kolam Lele Keluarga (KOLEGA) pada tahun 2026. Program unggulan yang berfokus pada ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut tetap berjalan meski jumlah penerima manfaat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2025 lalu, program KOLEGA menjangkau sebanyak 414 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun pada tahun ini, sasaran penerima berkurang menjadi 335 KPM dengan total pagu anggaran sebesar Rp 3,8 miliar.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, M. Cholilur Rohman, menjelaskan bahwa program KOLEGA menjadi langkah berkelanjutan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga berpenghasilan rendah.
Menurutnya, capaian program pada tahun sebelumnya menjadi dasar untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan pelaksanaan KOLEGA di tahun 2026.
“Pada tahun 2026, program KOLEGA direncanakan menyasar sebanyak 335 KPM dengan skema bantuan yang diperluas,” ujarnya.
Dia menerangkan, bantuan KOLEGA tahun ini dibagi dalam dua kategori utama, yakni kolam buis beton dan kolam terpal bundar. Jenis bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi calon penerima manfaat di lapangan.
Saat ini, Disnakkan Bojonegoro masih melakukan proses verifikasi calon penerima manfaat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Verifikasi dilakukan secara ketat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Saat ini, program KOLEGA masih dalam tahap verifikasi calon penerima manfaat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di lapangan. Proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” tandasnya.
Adapun sejumlah kriteria penerima bantuan meliputi terdaftar dalam DTKS desil 1 hingga 5, memiliki lahan yang cukup untuk pembangunan kolam, serta berada pada usia produktif. Selain itu, calon penerima juga harus memiliki ketersediaan air untuk budidaya ikan, minat dalam usaha perikanan, serta kesanggupan melanjutkan usaha setelah program selesai.
“Melalui program KOLEGA, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan sarana budidaya, tetapi juga mampu mengembangkan usaha perikanan secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Editor : Arika Hutama