Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Siap Tampung 32 Ribu Siswa Baru Tahun Ini
JAKARTA, iNewsBojonegoro.id – Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto. Pada tahun ini, jumlah peserta didik program tersebut ditargetkan mencapai lebih dari 46.000 siswa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026–2027 akan mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Kami juga melaporkan persiapan secara khusus penyelenggaraan Sekolah Rakyat di tahun 2026–2027 yang InsyaAllah akan kita mulai pembelajarannya pada bulan Juli yang akan datang dengan alokasi siswa mencapai 32 ribu untuk tahun ini,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas di Istana Negara, Selasa (12/5/2026).
Menurut Gus Ipul, pada tahun sebelumnya jumlah siswa Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 15.000 peserta didik. Dengan tambahan sekitar 32.000 siswa baru pada tahun ini, total penerima manfaat diperkirakan melampaui 46.000 siswa.
“Tahun lalu 15 ribu lebih, artinya kalau digabung tahun ini sudah ada sekitar 46 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat,” tuturnya.
Ia menegaskan, perluasan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan bagi keluarga miskin dan kelompok rentan agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih layak dan berkualitas.
Selain membahas perkembangan Sekolah Rakyat, Kementerian Sosial juga melaporkan penyaluran bantuan sosial yang terus diarahkan lebih tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bantuan sosial tidak menimbulkan ketergantungan, melainkan menjadi jalan menuju pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Bansos ini kan diharapkan tidak membuat masyarakat demotivasi. Malah justru sebaliknya dengan bansos ini diharapkan masyarakat lebih semangat dengan mengikuti program strategis presiden yang lain,” kata dia.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas pemerataan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat dari kelompok ekonomi kurang mampu.
Editor : Arika Hutama