Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sebanyak 15.972 Buruh Rokok di Bojonegoro Terima BLT DBHCHT, Masing-Masing Rp875 Ribu
Advertisement . Scroll to see content

Anggaran Rp 74 Miliar Digelontorkan untuk Gayatri, Pemkab Bojonegoro Mulai Salurkan Ayam ke KPM

Senin, 07 September 2026 | 09:24 WIB
  • author Dedi M.A
Anggaran Rp 74 Miliar Digelontorkan untuk Gayatri, Pemkab Bojonegoro Mulai Salurkan Ayam ke KPM
Penyaluran Program Gayatri di Kecamatan Sukosewu. (Foto: @sukosewu.bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai mendistribusikan bantuan ayam dalam Program Gerakan Beternak Ayam Pertelur Mandiri (Gayatri) Tahun Anggaran 2026 Gelombang I.

Penyaluran bantuan dilakukan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di sejumlah desa dan kecamatan. Salah satunya berlangsung di Kecamatan Sukosewu.

Bantuan ayam tersebut disalurkan di Halaman Kantor Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu pada Kamis (3/9/2026). Pada gelombang pertama ini, penerima bantuan tersebar di delapan desa di Sukosewu dengan total 85 KPM.

Rinciannya, Desa Purwoasri sebanyak 10 KPM, Desa Pacing 15 KPM, Desa Duyungan 10 KPM, Desa Jumput 10 KPM, Desa Kalicilik 10 KPM, Desa Semawot 10 KPM, Desa Sidorejo 10 KPM, dan Desa Klepek sebanyak 10 KPM.

“Secara keseluruhan, bantuan pada Gelombang I tersebut diperuntukkan bagi 85 KPM di Kecamatan Sukosewu,” demikian dikutip dari akun resmi Kecamatan Sukosewu @sukosewu.bjn.

Kegiatan penyaluran tersebut dihadiri PTP Kecamatan Sukosewu, Pendamping Program Gayatri dan PDKT dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro, serta Kasi PMD Kecamatan Sukosewu bersama staf.

Dianggarkan Rp 74 miliar tahun 2026

Program Gayatri merupakan salah satu program Pemkab Bojonegoro untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha peternakan ayam petelur. Program tersebut telah berjalan sejak 2025.

Pada 2026, Pemkab Bojonegoro kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 74 miliar untuk program Gayatri. Program tersebut menyasar 4.400 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan Rp 8,9 miliar melalui APBD induk 2025 untuk 400 KPM yang tersebar di 10 desa pada lima kecamatan. Anggaran tersebut kemudian diperluas melalui P-APBD 2025 sebesar Rp 86,7 miliar untuk menyasar 5.000 KPM.

Program Gayatri dinilai memberikan hasil positif sejak mulai direalisasikan. Pada APBD Induk 2025, program menyasar 400 KPM, kemudian diperluas melalui Perubahan APBD 2025 dengan sasaran 5.000 KPM.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebelumnya menegaskan bahwa Gayatri tidak sekadar menjadi program bantuan sosial. Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Gayatri di Pendopo Kecamatan Dander pada 21 Juli 2026.

"Saya ingin masyarakat belajar mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Melalui bantuan ayam petelur ini, setiap keluarga diharapkan bisa mencukupi gizi anak-anak sekaligus memiliki penghasilan tambahan setiap harinya," ujar Bupati.

Pada 2026, program Gayatri menyasar 4.400 KPM yang masuk kategori Desil 1 hingga 5 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dorong Usaha Ternak Berkelanjutan

Melalui program tersebut, keluarga penerima manfaat diharapkan dapat memanfaatkan telur yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga. Sebagian hasil penjualan telur juga diharapkan disisihkan untuk membeli bibit ayam baru ketika masa produktif ayam berakhir.

Masa produktif ayam petelur diperkirakan berlangsung sekitar 20-22 bulan. Dengan pola tersebut, usaha peternakan diharapkan dapat terus berjalan dan tidak berhenti setelah bantuan awal diterima.

Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan juga memberikan pembekalan kepada penerima manfaat. Materi yang diberikan mencakup manajemen budidaya, kesehatan hewan, hingga pengelolaan keuangan.

Pendampingan tersebut diberikan melalui Bimtek agar KPM memiliki kemampuan mengelola usaha ternak secara mandiri dan berkelanjutan.

Pemkab Bojonegoro juga menekankan pentingnya transparansi dalam penentuan penerima bantuan. KPM dipilih berdasarkan kriteria objektif, antara lain berada pada usia produktif 18-60 tahun dan memiliki kemauan untuk beternak.

"Hari ini bantuan diberikan kepada yang benar-benar berhak berdasarkan data Desil 1 sampai 5. Bukan karena kedekatan politik, tapi karena bapak ibu memang layak dibantu untuk lebih sejahtera," tegas Bupati di hadapan 80 peserta KPM dari 8 desa di Kecamatan Dander.

Melalui Program Gayatri, Pemkab Bojonegoro berharap bantuan ayam petelur tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi mikro di tingkat desa sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Editor: Arika Hutama

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut