get app
inews
Aa Text
Read Next : Minta Tak Ada Sweeping Rumah Makan Selama Ramadan, Wamenag: Tidak Semua Orang Puasa

Konsumsi Meningkat Saat Ramadan, Program GAYATRI Perkuat Pasokan Telur di Bojonegoro

Jum'at, 20 Februari 2026 | 09:14 WIB
header img
Warga saat memberi makan ayam petelur Gayatri. Foto: iNews Bjn

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Memasuki bulan Ramadan, kebutuhan bahan pokok masyarakat cenderung meningkat, termasuk komoditas telur ayam. Lonjakan permintaan ini kerap berdampak pada kenaikan harga di pasaran. Namun, di Kabupaten Bojonegoro, Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) mulai menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga rentan.

Program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini dirancang tidak hanya untuk pengentasan kemiskinan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis desa. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini mampu memproduksi telur secara rutin dan memasok kebutuhan warga di lingkungan masing-masing, terutama menjelang dan selama Ramadan.

Produksi Stabil, Pasar Langsung Terserap

Salah satu penerima manfaat, Unun Choirul Amin (44), warga Desa Mori, Kecamatan Trucuk, mengungkapkan kandang miliknya mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 50 butir telur setiap hari. Produksi tersebut langsung diserap warga sekitar.

“Rata-rata telur kami dibeli warga Rp26 ribu per kilogram. Sehari bisa dapat sekitar Rp50 ribu,” ujarnya.

Menurut Unun, permintaan telur meningkat signifikan saat Ramadan. Warga lebih memilih membeli langsung dari peternak karena harga dinilai lebih bersaing dibandingkan di pasar maupun toko. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, telur juga banyak dibeli untuk persiapan hajatan dan kegiatan sosial selama bulan suci.

Tambahan Penghasilan Harian

Cerita serupa datang dari Ambar (27), warga Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras. Ia menerima bantuan 54 ekor ayam petelur pada September 2025 dan mulai panen sebulan kemudian. Saat ini hampir seluruh ayamnya produktif bertelur.

“Alhamdulillah, rata-rata setiap hari 52 sampai 54 butir telur, meski waktunya tidak selalu bersamaan,” katanya.

Dalam sehari, produksi telur dari kandangnya mencapai sekitar 2,5 kilogram. Telur tersebut dipasarkan melalui BUMDes setempat dengan harga rata-rata Rp25 ribu per kilogram. Dari hasil penjualan itu, Ambar memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp62.500 hingga Rp63.000 per hari.

Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Program GAYATRI menjadi salah satu instrumen Pemkab Bojonegoro dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui peternakan rakyat. Selain memberikan tambahan pendapatan, program ini juga menciptakan ekosistem usaha produktif berbasis desa yang berkelanjutan.

Di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok saat Ramadan, keberadaan peternak binaan GAYATRI menjadi penopang penting bagi stabilitas pasokan telur di tingkat lokal. Pemerintah daerah berharap program ini terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga rentan di masa mendatang.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut