Bojonegoro Jadi Tujuan Enam Perguruan Tinggi untuk KKN, Total Peserta Capai 4.293 Mahasiswa
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menerima kedatangan 200 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 20 desa yang berada di Kecamatan Kanor dan Kecamatan Sumberrejo. Penyambutan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (13/7/2026).
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro, Dilli Triwibowo, mengungkapkan bahwa selama periode Juli hingga Agustus 2026 terdapat enam perguruan tinggi negeri maupun swasta yang memilih Kabupaten Bojonegoro sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Dalam sambutannya, Dilli menyampaikan bahwa sebelum kedatangan mahasiswa Universitas Airlangga, jumlah peserta KKN di Bojonegoro mencapai 4.093 mahasiswa. Dengan tambahan 200 mahasiswa Unair, total mahasiswa yang menjalankan pengabdian di Bojonegoro menjadi 4.293 orang.
Salah satu yang terbanyak adalah dari Universitas Bojonegoro (Unigoro), yang fokus KKN di desa kawasan hutan Bojonegoro selatan.

Menurut Dilli, tingginya minat perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN di Bojonegoro menjadi sebuah kehormatan sekaligus peluang memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui kontribusi dunia akademik. Ia optimistis masa pengabdian selama satu bulan dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menghadirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, BRIDA juga memperkenalkan sejumlah produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bojonegoro kepada para mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas promosi produk lokal.
“Mahasiswa dapat menjadi duta promosi yang mengenalkan produk-produk unggulan Bojonegoro kepada masyarakat di daerah asalnya,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada Universitas Airlangga yang kembali mempercayakan Kabupaten Bojonegoro sebagai lokasi pelaksanaan KKN-BBK. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendorong pembangunan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
"Saya yakin kehadiran mahasiswa akan memberikan nilai tambah bagi desa," ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, Bojonegoro memiliki berbagai sektor unggulan yang terus dikembangkan, mulai dari pertanian, kesehatan, peternakan hingga pemberdayaan masyarakat. Berbagai program tersebut dinilai menjadi ruang kolaborasi yang terbuka bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui inovasi maupun pendampingan langsung di lapangan selama pelaksanaan KKN.
Editor : Arika Hutama