get app
inews
Aa Text
Read Next : Masuk Agenda UI GreenMetric 2026, UNIGORO Bersanding dengan Sejumlah Kampus Top Indonesia

Smartphone Jadi Teman Anak Setiap Hari? Awas Bisa Hambat Perkembangan Otak Buah Hati

Selasa, 01 September 2026 | 13:38 WIB
header img
Ilustrasi anak sedang melilhat smartphone. (Foto: Gemini)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyoroti kebiasaan anak terlalu lama menatap layar telepon pintar (smartphone), terutama untuk melakukan scrolling media sosial.

Menurut Pratikno, kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk terhadap perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak. Hal itu disampaikan saat meresmikan Gedung SMPN 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (22/8/2026) lalu.

Pratikno mengatakan, penggunaan telepon pintar pada anak saat ini kerap dijadikan orang tua sebagai cara untuk membuat anak tenang ketika rewel atau mengalami tantrum.

"Anak tantrum rewel disodori hp. Itu bahaya sekali, itu otak anak tidak berkembang, menjadi kecanduan," jelasnya.


Menko PMK Pratikno saat resmikan gedung SMPN 1 Padangan, Bojonegoro. (Foto: iNews Bjn)

Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) tersebut mengatakan, persoalan tidak hanya terletak pada penggunaan telepon pintar, tetapi juga kebiasaan anak melakukan scrolling secara terus-menerus.

Menurut Pratikno, pola tersebut dapat memengaruhi perkembangan kognitif anak karena mereka terbiasa menerima informasi secara cepat tanpa memberikan waktu yang cukup untuk berpikir dan memproses informasi.

"Orang anak yang biasa scrolling dia akan biasa mengambil keputusan kurang dari 2 detik. Itu artinya anak tidak bisa berfikir," tambahnya.

Dorong Pelajar Kurangi Waktu di Depan Layar

Pratikno mengatakan pemerintah kini mendorong gerakan kampanye untuk mengurangi waktu menatap layar, khususnya di kalangan pelajar.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak di tengah tingginya penggunaan perangkat digital.

Menurut dia, penggunaan teknologi tetap menjadi bagian dari kehidupan anak-anak. Namun, pemanfaatannya perlu diimbangi dengan aktivitas lain yang mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif.

Kampanye mengurangi waktu menatap layar diharapkan dapat mendorong pelajar lebih banyak berinteraksi secara langsung, belajar, beraktivitas fisik, serta mengembangkan kemampuan berpikir secara lebih mendalam.

Pratikno menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membangun kebiasaan penggunaan gawai yang sehat. Orang tua diharapkan tidak menjadikan telepon pintar sebagai solusi utama ketika anak rewel atau membutuhkan perhatian.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut