get app
inews
Aa Text
Read Next : Sebanyak 15.972 Buruh Rokok di Bojonegoro Terima BLT DBHCHT, Masing-Masing Rp875 Ribu

Embung Rowoglandang Bojonegoro Direhabilitasi, Dukung Irigasi 42,28 Hektare Lahan Pertanian

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:36 WIB
header img
Embung Rowoglandang yang direhabilitasi. (Foto: dok Pemkab)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Embung Rowoglandang di Desa Gading, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai direhabilitasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro. 

Pekerjaan tersebut dilakukan untuk memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Rehabilitasi difokuskan pada penguatan tebing embung. Langkah ini ditujukan untuk menjaga kestabilan konstruksi, mencegah kerusakan, serta mempertahankan kapasitas tampungan air agar tetap optimal.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, Embung Rowoglandang merupakan infrastruktur eksisting yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

“Embung Rowoglandang merupakan embung eksisting yang memiliki fungsi penting dalam mendukung ketersediaan air. Melalui rehabilitasi, khususnya penguatan tebing, kami berharap kondisi embung semakin kuat dan stabil sehingga fungsi tampungan air dapat terus terjaga,” ujar Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro Retno Wulandari.

Embung tersebut melayani daerah irigasi dengan luas baku sekitar 42,28 hektare. Dengan luasan tersebut, keberadaan Embung Rowoglandang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketersediaan air untuk pertanian.

Selain mengurangi risiko kekeringan, ketersediaan air yang lebih terjamin diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan intensitas tanam.

Berpotensi Dukung Perikanan

Retno mengatakan, optimalisasi fungsi Embung Rowoglandang tidak hanya berdampak pada sektor pertanian. Infrastruktur tersebut juga memiliki peluang untuk dimanfaatkan dalam kegiatan perikanan maupun aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar embung.

Dengan demikian, rehabilitasi embung diharapkan tidak hanya menjaga fungsi teknis tampungan air, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Dengan ketersediaan air yang lebih terjaga, kami berharap kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi dan ketahanan pangan di wilayah sekitar juga semakin kuat,” jelasnya.

Menurut Retno, keberhasilan menjaga fungsi embung juga tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan fisik infrastruktur. Keterlibatan masyarakat dan petani menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi embung.

Masyarakat dan petani di sekitar embung diimbau menjaga kebersihan, kapasitas tampungan, serta jaringan irigasi. Penggunaan air juga perlu dilakukan secara bijak agar ketersediaannya tetap terjaga.

“Kami mengimbau masyarakat dan petani di sekitar embung untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kapasitas tampungan dan jaringan irigasi. Penggunaan air juga perlu dilakukan secara bijak dan proporsional agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkas Retno.

Melalui rehabilitasi tersebut, Embung Rowoglandang diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai infrastruktur tampungan air sekaligus menopang pelayanan air bagi masyarakat, terutama untuk kebutuhan pertanian di wilayah sekitar.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut