10.333 Orang Berebut 3.000 Lowongan Kerja di Bojonegoro, 151 Pelamar Penyandang Disabilitas
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Antusiasme pencari kerja terlihat dalam proses seleksi wawancara atau walk in interview PT Shou Fong Lastindo di Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro. Ribuan pelamar mengikuti tahapan rekrutmen untuk memperebutkan 3.000 posisi pekerjaan di perusahaan yang bergerak di bidang produksi alas kaki tersebut.
Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro, jumlah pendaftar awal mencapai 14.250 orang. Setelah dilakukan pengecekan ulang terhadap data ganda dan berkas yang kurang lengkap, jumlah pelamar tercatat sebanyak 10.333 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.910 pelamar merupakan laki-laki dan 4.423 perempuan. Selain itu, terdapat 151 pelamar penyandang disabilitas yang turut mengikuti proses rekrutmen.
Seleksi wawancara dijadwalkan berlangsung hingga 19 Oktober 2026. Para pelamar mengikuti tahapan interview secara bergantian berdasarkan kategori, yakni penyandang disabilitas, pencari kerja tanpa pengalaman, serta pelamar yang telah memiliki pengalaman kerja.
Salah satu pelamar, Alda, warga Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, yang merupakan penyandang disabilitas tunawicara, mengaku senang memperoleh kesempatan mengikuti seleksi tersebut.
Melalui tulisan, Alda mengungkapkan rasa lega setelah menyelesaikan sesi wawancara. Ia juga bersyukur karena perusahaan menyediakan kuota bagi penyandang disabilitas sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memasuki dunia kerja.
Bagi Alda, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk berusaha memperoleh pekerjaan dan berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Perasaan gugup juga dirasakan Andi Boy Saputra sebelum menjalani wawancara. Meski demikian, ia mengapresiasi pembukaan lowongan kerja yang difasilitasi melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan PT Shou Fong Lastindo.
“Pembukaan lowongan kerja dalam jumlah besar memberikan peluang bagi masyarakat Bojonegoro untuk mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Angela Viona Rosalia. Ia mengaku sempat gugup ketika menunggu giliran wawancara, tetapi tetap optimistis dapat bergabung dengan perusahaan tersebut.
Angela berharap pemerintah daerah dapat memperluas kerja sama dengan perusahaan lain agar kesempatan kerja bagi masyarakat semakin terbuka.
“Semoga kedepan lebih banyak lagi dibuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah sebelumnya menghadiri pembukaan walk in interview PT Shou Fong Lastindo pada Senin (12/10/2026) di area pabrik, Kecamatan Sumberejo.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terbuka terhadap penanaman modal asing (PMA), terutama investasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Dari total kebutuhan 3.000 pekerja, ia berharap komposisi tenaga kerja laki-laki lebih dominan agar penyerapan tenaga kerja lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Pemkab juga mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam proses rekrutmen dengan mempertimbangkan kemampuan masing-masing pelamar dan kesesuaian tugas yang tersedia.
Nurul mengingatkan para pelamar agar tidak berkecil hati apabila belum berhasil lolos seleksi. Menurut dia, pemerintah daerah akan terus berupaya membuka peluang kerja melalui kemitraan dengan dunia usaha.
“Dari lowongannya 3.000, sementara yang mendaftar sangat banyak. Mohon maaf jangan kecewa nggih. Mudah-mudahan kedepannya Pemkab bisa bersinergi dengan perusahan lain untuk mengakomodir tenaga kerja,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Bojonegoro berencana menggelar pertemuan dengan sejumlah perusahaan penanaman modal asing untuk menjajaki peluang kerja baru bagi masyarakat.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan kawasan industri di wilayah Temayang, Sugihwaras, dan Kedungadem.
Perwakilan PT Shou Fong Lastindo, Elok, mengatakan bahwa kegiatan walk in interview merupakan salah satu upaya perusahaan untuk memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat, khususnya warga Bojonegoro.
Menurut dia, kesempatan kerja tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pekerjaan, meningkatkan keterampilan, sekaligus memperbaiki taraf hidup keluarga.
Elok menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilaksanakan secara resmi dan tidak dipungut biaya. Ia mengimbau para pelamar mengikuti prosedur yang telah ditetapkan serta mewaspadai pihak yang mengatasnamakan perusahaan untuk meminta uang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bojonegoro, dinas terkait, unsur keamanan, tenaga kesehatan, serta pemerintah kecamatan dan desa yang mendukung pelaksanaan rekrutmen.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban, kelancaran lalu lintas, dan ketersediaan layanan kesehatan selama proses seleksi berlangsung.
"Kami percaya melalui kerja sama yang kuat, investasi yang berkembang di Kabupaten Bojonegoro dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya pendapatan keluarga, hingga tumbuhnya perekonomian daerah," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinperinaker Bojonegoro Mahmudi menyebut fasilitasi rekrutmen secara langsung menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
“Walk In Interview ini merupakan salah satu bentuk fasilitasi pemda untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Dari data tersebut menunjukkan bahwa besarnya minat dan antusiasme masyarakat,” ujar Mahmudi, Kepala Dinperinaker Bojonegoro.
Tingginya jumlah pelamar dibandingkan kebutuhan perusahaan menunjukkan besarnya permintaan masyarakat terhadap lapangan kerja. Karena itu, pemerintah daerah berharap investasi yang masuk ke Bojonegoro dapat diikuti dengan perluasan kesempatan kerja yang berkelanjutan dan inklusif.
Editor: Arika Hutama