Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sebanyak 15.972 Buruh Rokok di Bojonegoro Terima BLT DBHCHT, Masing-Masing Rp875 Ribu
Advertisement . Scroll to see content

Lantung Fest 2026 Perkuat Wisata Geologi Bojonegoro, Ini Potensi Kedung Lantung

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:01 WIB
  • author Arika H.
Lantung Fest 2026 Perkuat Wisata Geologi Bojonegoro, Ini Potensi Kedung Lantung
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, saat tinjau Lantung Fest. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pengembangan Geosite Kedung Lantung di Kabupaten Bojonegoro mendapat dukungan dari berbagai pihak melalui penyelenggaraan Lantung Fest dan peluncuran Exotic Kedung Lantung, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata geologi, alam, dan budaya sekaligus mendorong pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

Berbagai pihak terlibat dalam kegiatan yang berlangsung di Geosite Kedung Lantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras tersebut. Kolaborasi melibatkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, EMCL, perguruan tinggi, komunitas, serta masyarakat setempat.

Lantung Fest diorganisasi oleh komunitas Bojonegoro History dengan dukungan EMCL dan Pemkab Bojonegoro. Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro berperan dalam peluncuran Exotic Kedung Lantung sebagai bagian dari promosi potensi wisata daerah.

Dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) turut menunjang pelaksanaan kegiatan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyediakan videotron dan hiburan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membantu suplai air bersih, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan dukungan tenaga kebersihan.

Pemerintah Kecamatan Sugihwaras dan Pemerintah Desa Drenges juga terlibat dalam mendukung kelancaran acara tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, SH., M.Kes., mengatakan Geosite Kedung Lantung merupakan aset daerah yang perlu dikelola dan dimanfaatkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Geosite Kedung Lantung adalah aset daerah. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berterima kasih atas dukungan EMCL bersama mitra LPPM Unigoro melalui pembangunan infrastruktur," ungkapnya. 

Harapannya, setelah serah terima, infrastruktur yang telah dibangun dapat dikelola, dipelihara, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan masyarakat Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Sugihwaras. 

"Saya juga berharap kolaborasi lintas sektor ini akan terus berlanjut, tidak hanya untuk Kedung Lantung, tetapi juga untuk geosite lainnya,” tambahnya.

Menurut Elzadeba, keberlanjutan pengelolaan infrastruktur menjadi hal penting agar pengembangan kawasan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas dan penyelenggaraan kegiatan promosi. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat diperluas untuk mendukung pengembangan geosite lain di Bojonegoro.

Perpaduan Petualangan, Edukasi, dan Seni Tradisional

Lantung Fest menghadirkan beragam agenda yang dirancang untuk mengenalkan karakteristik Kedung Lantung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi Ekspedisi Naga Api, camping ground, pameran foto, lomba mewarnai, hingga pertunjukan seni tradisional Sandur.

Rangkaian acara itu memadukan unsur petualangan, edukasi, dan kebudayaan. Melalui pendekatan tersebut, pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga mengenal potensi geologi dan kekayaan budaya yang dimiliki kawasan Kedung Lantung.

Geosite Kedung Lantung memiliki daya tarik berupa bentang alam dan fenomena rembesan minyak alami. Potensi tersebut dapat dikembangkan sebagai sarana pembelajaran geologi sekaligus menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat.

Pengembangan kawasan juga diharapkan mendorong keterlibatan warga dalam aktivitas pariwisata, mulai dari pengelolaan destinasi hingga penyediaan berbagai layanan bagi pengunjung. Dengan demikian, keberadaan geosite berpeluang membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar.

Infrastruktur Jadi Penopang Pengembangan Geopark

Selain promosi wisata, pengembangan Geosite Kedung Lantung turut didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro). Lembaga tersebut menjadi mitra EMCL dalam mendukung pengembangan Geopark Bojonegoro, termasuk pembangunan infrastruktur di kawasan Kedung Lantung.

Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan memperkuat pengembangan kawasan melalui pendekatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, dukungan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan warga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan destinasi.

Sinergi multipihak tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Geosite Kedung Lantung sebagai destinasi wisata yang menggabungkan kekayaan geologi, keindahan alam, dan budaya lokal.

Ke depan, keberhasilan pengembangan kawasan akan bergantung pada konsistensi pemeliharaan infrastruktur, pelestarian lingkungan, serta partisipasi masyarakat. 

Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, Geosite Kedung Lantung diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik pariwisata Bojonegoro, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.

Editor: Dedi Mahdi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut