get app
inews
Aa Text
Read Next : Bisa Gunakan AI untuk Skripsi dan Riset? Unigoro Siapkan Regulasi untuk Dosen dan Mahasiswa

Menuju Geopark Dunia, Pokdarwis Kedung Lantung Bojonegoro Perkuat Branding dan Tata Kelola Wisata

Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:41 WIB
header img
Kegiatan peningkatan kapasitas Pokdarwis Kedung Lantung di Desa Drenges. Foto: iNews Bojonegoro

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Persiapan Geosite Kedung Lantung sebagai salah satu destinasi unggulan dalam kawasan Geopark Nasional Bojonegoro terus dimatangkan. Salah satunya melalui pelatihan peningkatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang difokuskan pada penguatan manajemen organisasi dan strategi branding kawasan wisata.

Kegiatan bertajuk “Manajemen Pokdarwis dan Branding Kawasan Wisata” tersebut merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) bekerjasama dengan EMCL, yang mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendorong Geopark Nasional Bojonegoro menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).

Pelatihan yang difasilitasi LPPM Universitas Bojonegoro (UNIGORO) menghadirkan praktisi pariwisata asal Yogyakarta, Galuh Alif Fahmi Rizki. Dengan pengalaman lebih dari 13 tahun mendampingi pengembangan desa wisata, Galuh dikenal sebagai salah satu pendamping yang sukses mengantarkan Desa Wisata Tinalah, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu desa wisata terbaik di Indonesia.

Dalam pelatihan tersebut, anggota Pokdarwis Kedung Lantung dibekali berbagai materi terkait pengelolaan organisasi wisata berbasis masyarakat. Pembahasan mencakup penyusunan visi dan misi organisasi, penyusunan AD/ART, hingga strategi membangun citra dan identitas kawasan wisata yang kuat.

Tak hanya itu, peserta juga diajak memetakan seluruh potensi yang dimiliki wilayah sekitar Geosite Kedung Lantung. Potensi tersebut meliputi kuliner khas, produk UMKM, komoditas pertanian unggulan, seni budaya lokal, flora dan fauna khas, hingga destinasi wisata penunjang yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan.

Galuh menilai keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak semata ditentukan oleh keunikan objek yang dimiliki, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dan organisasi yang mengelolanya.

“Potensi wisata yang besar harus didukung organisasi yang kuat, memiliki arah yang jelas, serta mampu membangun identitas kawasan yang membedakannya dari destinasi lain,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Rico Thomas, mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi Pokdarwis saat ini adalah membangun kesadaran internal mengenai nilai strategis dan potensi besar yang dimiliki Kedung Lantung.

“Pokdarwis harus memiliki kesadaran terlebih dahulu agar dapat menyadarkan masyarakat tentang arti penting Kedung Lantung. Kami berharap kawasan ini suatu saat menjadi magnet ekonomi baru bagi masyarakat Desa Drenges,” ungkap Rico.

Menurutnya, penguatan kelembagaan menjadi langkah penting karena Pokdarwis Kedung Lantung masih dalam tahap awal pengembangan dan membutuhkan pendampingan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Komitmen pendampingan juga ditegaskan oleh Project Manager Program Dukungan Geopark Bojonegoro dari LPPM UNIGORO, Ichwan Hadi. Ia memastikan tim pendamping akan terus menghadirkan praktisi yang memiliki pengalaman langsung dalam pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin menghadirkan praktisi terbaik agar Pokdarwis mendapatkan wawasan dan pengalaman yang relevan dalam mengembangkan Geosite Kedung Lantung,” jelasnya.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan EMCL, Slamet Rijadi. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat harus berjalan seiring dengan pembangunan sarana dan prasarana kawasan wisata agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat sekitar.

“Kami berharap penguatan kapasitas Pokdarwis berjalan sejalan dengan pengembangan infrastruktur. Ketika infrastruktur siap, masyarakatnya juga siap untuk mengelola dan memanfaatkan peluang yang ada,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Pokdarwis Kedung Lantung diharapkan semakin siap menjadi motor penggerak pengembangan geowisata berbasis masyarakat. Penguatan kapasitas tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung Geosite Kedung Lantung sebagai salah satu aset strategis Geopark Bojonegoro dalam perjalanan menuju pengakuan UNESCO Global Geopark.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut