Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jaga Habitat Anggrek Larat Hijau, Unigoro dan Perhutani Kembangkan Hutan Pendidikan
Advertisement . Scroll to see content

Guru di Desa Sudu Bojonegoro Didorong Jadi Penggerak Budaya Memilah Sampah Sejak Dini

Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:09 WIB
  • author Arik T.P
Guru di Desa Sudu Bojonegoro Didorong Jadi Penggerak Budaya Memilah Sampah Sejak Dini
Para guru di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Bojonegoro saat ikuti pelatihan memilah sampah. (Foto: Ist)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini menjadi salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan nilai guna limbah rumah tangga. Di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, para pendidik didorong mengambil peran penting dalam menanamkan kebiasaan tersebut kepada anak-anak.

Upaya itu diwujudkan melalui pelatihan pemilahan sampah bagi tenaga pendidik yang digelar Pemerintah Desa Sudu bersama Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI) di Balai Desa Sudu, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat EMCL yang bermitra dengan YDTI. Melalui program tersebut, guru diharapkan tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan kebiasaan memilah sampah di sekolah dan lingkungan tempat tinggal.

Perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, mengatakan dukungan terhadap edukasi lingkungan merupakan bagian dari komitmen industri hulu minyak dan gas bumi dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasinya.

Menurut dia, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan berbasis lingkungan menjadi salah satu fokus penting. Keterlibatan tenaga pendidik dinilai strategis untuk memperluas pemahaman tentang pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa edukasi melalui tenaga pendidik akan mempercepat terbentuknya budaya memilah sampah yang konsisten dan berkelanjutan di Desa Sudu," ujar pria yang akrab dipanggil Malik tersebut.

Kepala SD Negeri 2 Sudu, Muyatin, menyambut positif pelatihan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan dapat menjadi panduan praktis bagi guru untuk menerapkan pemilahan sampah dalam aktivitas belajar-mengajar sehari-hari.

"Anak-anak sebenarnya mudah meniru. Kalau kita sebagai guru memberi contoh langsung cara memilah sampah organik dan anorganik di sekolah, mereka akan terbiasa dan membawanya jadi kebiasaan di rumah," kata Muyatin.

Menurut Muyatin, keteladanan guru menjadi salah satu cara untuk menanamkan perilaku peduli lingkungan. Dengan praktik langsung di sekolah, siswa diharapkan dapat memahami perbedaan sampah organik dan anorganik sekaligus membiasakan diri mengelolanya secara tepat.

Di tingkat desa, Kepala Desa Sudu Abdul Manan juga menyambut baik kolaborasi antara pemerintah desa, sekolah, pengelola sampah, dan pihak industri. Sinergi tersebut dinilai dapat mempercepat terwujudnya lingkungan desa yang bersih dan sehat.

Upaya membangun budaya memilah sampah di Desa Sudu sebelumnya telah menunjukkan hasil melalui aktivitas Bank Sampah Berkah. Pada kegiatan penimbangan pertengahan Oktober 2026, sebanyak 128 nasabah dari lima kelompok RT berpartisipasi aktif dengan mengumpulkan lebih dari satu ton sampah terpilah.

Ketua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Desa Sudu, Solikin, menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dan sekolah.

Sampah yang sudah dipisahkan berdasarkan jenisnya sejak awal akan lebih mudah diolah di TPS 3R. Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, pemilahan juga dapat meningkatkan nilai ekonomi material yang masih bisa didaur ulang.

Melalui pelatihan bagi tenaga pendidik dan penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Desa Sudu berharap kebiasaan memilah sampah semakin meluas. Guru diharapkan menjadi penggerak yang menghubungkan edukasi di sekolah dengan praktik pengelolaan sampah di rumah.

Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari yang berkelanjutan.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut