Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Sejumlah Daerah di Jawa Timur, BMKG Ungkap Penyebabnya
JATIM, iNewsBojonegoro.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 2-9 November 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan menyusul potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Bencana yang berpotensi terjadi meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan mengatakan, sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Pada periode tersebut, kondisi atmosfer cenderung mendukung terbentuknya awan hujan dengan intensitas tinggi.
“Diprakirakan dalam 7 hari ke depan akan terjadi cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” demikian dalam keterangan pers yang disampaikan, Senin (2/11).
Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Salah satunya gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur, disertai pola pertemuan angin atau konvergensi.
Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura masih cukup signifikan. Kondisi atmosfer lokal yang labil juga turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan sedang hingga lebat.
Hujan tersebut dapat disertai petir dan angin kencang dalam periode yang relatif singkat.
“BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 7 hari ke depan,”.
BMKG juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam, bergunung, maupun berada di sekitar tebing. Wilayah tersebut memiliki risiko lebih tinggi terhadap bencana hidrometeorologi ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Dampak yang perlu diantisipasi antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Adapun daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Probolinggo, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jember, Lumajang, Kota dan Kabupaten Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Banyuwangi, Kota dan Kabupaten Malang, Kota dan Kabupaten Blitar, Pacitan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Ponorogo, Kota Batu, serta Magetan.
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat diminta rutin memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Pemantauan kondisi cuaca terkini melalui citra radar WOFI dapat dilakukan melalui laman https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar/.
Sementara informasi peringatan dini tiga harian dan peringatan dini 2-3 jam ke depan dapat diakses melalui laman resmi maupun media sosial @infobmkgjuanda.
BMKG Juanda juga menyediakan layanan informasi selama 24 jam melalui saluran telepon (031) 8668989 dan WhatsApp 0895800300011.
Masyarakat diimbau tidak mengabaikan perubahan cuaca mendadak, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan maupun melintasi kawasan rawan bencana.
Editor: Arika Hutama