Berawal Sebut Rakyat Tolol Sedunia, Ini 3 Fakta Pencopotan Ahmad Sahroni dari Jabatan di DPR

Komaruddin Bagja
Nasdem merotasi Ahmad Sahroni dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Fraksi Partai NasDem membuat kejutan dengan merotasi Ahmad Sahroni dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI pada 29 Agustus 2025. Langkah ini memicu sorotan publik lantaran berdekatan dengan pernyataan kontroversial Sahroni yang sempat viral dan menimbulkan polemik di ruang publik.

Berikut tiga fakta penting terkait dinamika pergantian posisi tersebut:

1. Pernyataan Kontroversial Sahroni Viral di Publik

Ahmad Sahroni menjadi perbincangan setelah ucapannya yang dinilai merendahkan masyarakat viral di media sosial. Dalam kunjungan kerja ke Polda Sumatera Utara pada Jumat (22/8), ia menyebut bahwa orang yang menyerukan pembubaran DPR adalah "orang tertolol sedunia".

“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” ujar Sahroni.

Pernyataan itu dinilai tidak sensitif dan memicu kecaman dari sejumlah pihak.

2. NasDem Klaim Mutasi Merupakan Rotasi Rutin

Menanggapi spekulasi publik, Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan bahwa pergantian posisi Sahroni bukanlah pencopotan, melainkan bagian dari rotasi rutin internal partai.

“Rotasi rutin, tidak ada pencopotan, hanya penyegaran,” jelas Hermawi pada Jumat (29/8).

Namun demikian, ia tidak memberikan konfirmasi apakah pernyataan Sahroni menjadi latar belakang utama dalam keputusan tersebut.

3. Rusdi Masse Ditunjuk Gantikan Posisi Strategis

Sebagai pengganti, Fraksi NasDem menunjuk Rusdi Masse, anggota Komisi IV DPR, untuk mengisi posisi Wakil Ketua Komisi III DPR yang sebelumnya dipegang Sahroni. Penunjukan ini memperlihatkan dinamika politik internal partai yang cukup cair, serta membuka peluang baru bagi politisi lain di tubuh NasDem.

Pergantian posisi ini memperlihatkan bagaimana pernyataan publik dan persepsi masyarakat dapat berdampak langsung terhadap karier politik seseorang. Meski disebut sebagai rotasi, momentum ini tetap menimbulkan tafsir politis yang luas di tengah masyarakat.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network