BALEN, iNewsBojonegoro.id - Tanah longsor terjadi di tepi Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Karangwaru RT 12 RW 03, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, kejadian tersebut berlangsung sejak Senin (26/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan tujuh rumah warga terdampak, dengan jarak bangunan ke tebing sungai yang kian mengkhawatirkan.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat naik-turunnya debit air Bengawan Solo. Kondisi tersebut memicu pengikisan tanah di sepanjang bantaran sungai hingga menyebabkan longsoran yang berdampak langsung pada permukiman warga.
“Informasi kami terima dari pemerintah desa setempat. Longsoran di tepi Bengawan Solo dipicu fluktuasi debit air sungai dan berdampak pada beberapa rumah warga,” ujar Agus Purnomo.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel BPBD Bojonegoro segera mendatangi lokasi untuk melakukan assessment guna mengetahui tingkat kerusakan dan potensi ancaman lanjutan. Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak.
"BPBD Bojonegoro turut merekomendasikan kepada Pemerintah Desa Sarirejo agar segera mengajukan surat permohonan penanganan kepada Bupati Bojonegoro, dengan tembusan kepada BPBD, Dinas PU SDA, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna penanganan lebih lanjut di kawasan rawan longsor tersebut," tambahnya.
Tujuh Rumah Terdampak
Adapun tujuh rumah warga yang terdampak longsor adalah sebagai berikut:
Rumah milik Rasmadi, jarak rumah ke tebing Bengawan Solo tinggal 0 meter. Rumah sementara ditinggalkan.
Rumah milik Anim Suroto, jarak rumah ke sungai tinggal 3,5 meter, masih ditempati.
Rumah milik Sutamah, jarak rumah ke sungai tinggal 3,5 meter, masih ditempati.
Rumah milik Rumini, jarak rumah ke sungai tinggal 0 meter, masih ditempati.
Rumah milik Sudirman, jarak rumah ke sungai tinggal 0 meter, sementara pindah ke rumah dekat Balai Desa Sarirejo.
Rumah milik Nurkalim, jarak rumah ke sungai tinggal 0 meter, masih ditempati.
Rumah milik Suwarno, jarak rumah ke sungai tinggal 0 meter, masih ditempati.
Hingga saat ini, sebagian warga telah mengungsi secara mandiri. Rasmadi telah pindah ke lahan miliknya sendiri, sementara Sudirman memilih menempati rumah di sekitar Balai Desa Sarirejo. Warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing dengan kondisi waspada terhadap potensi longsor susulan.
Dalam penanganan kejadian ini, unsur yang terlibat antara lain BPBD Bojonegoro, Satpol Kecamatan Balen, serta Pemerintah Desa Sarirejo.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
