PURWOSARI, iNewsBojonegoro.id - Sebuah rumah warga di Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, roboh pada Selasa (2/2/2026) dini hari akibat kondisi atap yang sudah lapuk diperparah curah hujan tinggi disertai angin kencang.
Peristiwa tersebut menimpa rumah milik Sunarto (70), warga RT 11 RW 03 Desa Kuniran. Kejadian diketahui terjadi sekitar pukul 05.00 WIB dan dilaporkan ke Polsek Purwosari pada pukul 10.20 WIB di hari yang sama.
Kapolsek Purwosari, AKP Subeki, menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Purwosari sejak dini hari disertai angin kencang menjadi pemicu robohnya bangunan rumah bagian tengah.
“Bangunan rumah roboh karena material atap dari kayu sudah lapuk dan sebagian dimakan rayap. Kondisi tersebut tidak mampu menahan beban saat hujan deras dan angin kencang,” ujar AKP Subeki, selasa (3/2).
Rumah berukuran sekitar 10 meter x 6 meter tersebut diketahui menggunakan konstruksi atap kayu dengan genteng tanah. Selain kayu penyangga yang patah, dinding rumah juga ditemukan mengalami retak-retak. Petugas yang melakukan pemeriksaan di lokasi mendapati genteng berserakan serta sejumlah barang di dalam rumah tertimpa reruntuhan atap.
"Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat terdengar suara retakan kayu, anak korban bernama Joni yang saat itu berada di dalam rumah segera menyelamatkan diri keluar bangunan," tambahnya.
Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas Polsek Purwosari bersama unsur Muspika dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pendataan.
Akibat peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp60 juta. Sebagai langkah penanganan awal, BPBD memberikan bantuan darurat berupa dua paket sembako, satu terpal, satu paket alat kebersihan, satu paket hygiene kit, satu paket family kit, serta satu paket sandang. Selain itu, pihak kecamatan mengusulkan agar korban mendapatkan bantuan perbaikan rumah akibat kerusakan berat.
Pasca kejadian, Sunarto sementara waktu tinggal di sebuah warung yang disewanya untuk berjualan, mengingat kondisi rumah yang tidak lagi layak huni.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi bangunan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
