Setahun Kepemimpinan Wahono–Nurul, Pembangunan Bojonegoro Dipacu Lewat Lima Fokus Utama

Arika H.
Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, saat berdiskusi di Komplek Taman Rajekwesi. (Foto: Prokopim)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Menjelang satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memacu percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis. Arah kebijakan pembangunan difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tujuan mewujudkan Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur, dan membanggakan.

Lima fokus utama pembangunan daerah yang menjadi pijakan kebijakan meliputi penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penguatan ekonomi dan ketahanan pangan, pengurangan angka pengangguran, serta peningkatan konektivitas wilayah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Achmad Gunawan, menegaskan bahwa seluruh kebijakan pembangunan diarahkan untuk pemenuhan hak dasar masyarakat dan peningkatan daya saing daerah.

“Pembangunan tidak hanya dilihat dari sisi fisik, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Berikut rangkuman capaian dan arah pembangunan Kabupaten Bojonegoro selama periode 20 Februari 2025 hingga 20 Februari 2026.

Fokus Tekan Kemiskinan Lewat Program Terpadu

Upaya penurunan angka kemiskinan menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro mencatat persentase penduduk miskin turun dari 11,69 persen (147.330 jiwa) pada 2024 menjadi 11,49 persen (144.900 jiwa) pada 2025. Pemkab menargetkan angka tersebut kembali ditekan hingga 10,55 persen atau 133.046 jiwa pada 2026.

Intervensi kemiskinan dilakukan melalui pemutakhiran data terpadu seperti Data Damisda, serta berbagai program inovatif antara lain Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), Beasiswa Makmur Membanggakan, Dahar Dua Kali untuk Lansia Sebatang Kara, hingga BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Program pendukung lainnya mencakup UHC, Kolam Lele Keluarga (Kolega), Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH), Domba Kesejahteraan, Drone Sprayer Pertanian, Benih Gratis, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan sosial tunai, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi.

IPM Meningkat, Akses Pendidikan dan Kesehatan Diperluas

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Bojonegoro juga mengalami peningkatan signifikan. BPS mencatat IPM Bojonegoro naik dari 72,75 pada 2024 menjadi 73,74 pada 2025, dengan target proyeksi 74,21 pada 2026.

Dari sisi pendidikan, Pemkab Bojonegoro terus memperluas program beasiswa. Anggaran beasiswa meningkat dari Rp 35,3 miliar pada 2025 menjadi Rp 40,467 miliar pada 2026. Program tersebut meliputi Beasiswa Scientist, 10 Sarjana per Desa, Beasiswa Pondok Pesantren, Beasiswa Keluarga Miskin, hingga Beasiswa Tugas Akhir.

Sementara di sektor kesehatan, peningkatan fasilitas layanan Puskesmas dan RSUD terus dilakukan. Komitmen ini mengantarkan Pemkab Bojonegoro meraih UHC Award Kategori Madya di Jakarta pada 27 Januari 2026 sebagai bentuk keberhasilan perluasan perlindungan kesehatan melalui Program JKN.

Ekonomi Tumbuh, Ketahanan Pangan Menguat

Penguatan ekonomi daerah diarahkan pada modernisasi pertanian dan pemberdayaan UMKM. Data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro menunjukkan nilai ekspor Bojonegoro meningkat dari 110,60 juta USD pada 2024 menjadi 116,81 juta USD pada 2025. Jumlah pelaku UMKM juga terus bertambah, dengan total mencapai 99.226 pelaku pada 2025.

Dalam sektor ketahanan pangan, Pemkab Bojonegoro berhasil mencatatkan prestasi sebagai kabupaten dengan produksi padi terbesar kedua di Jawa Timur. Produksi gabah pada 2025 meningkat 24,7 persen dibanding 2024, dengan total produksi 886 ribu ton GKG, naik signifikan dari 710 ribu ton pada tahun sebelumnya.

Angka Pengangguran Turun Lewat Vokasi dan Investasi

Penurunan angka pengangguran dilakukan melalui pembukaan ruang investasi dan penguatan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri. Data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan mencatat 3.030 dari 5.407 peserta pelatihan telah terserap di sektor formal dan informal.

BPS Jawa Timur mencatat tingkat pengangguran di Bojonegoro turun dari 4,42 persen pada 2024 menjadi 3,90 persen pada 2025, menandakan perbaikan serapan tenaga kerja.

Infrastruktur Jadi Tulang Punggung Konektivitas Wilayah

Peningkatan konektivitas wilayah terus digenjot melalui pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur jalan dan jembatan. Pada 2025, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan Rp 651 miliar melalui skema Bantuan Keuangan Khusus Daerah (BKKD).

Dinas Bina Marga mencatat penuntasan 27 ruas jalan kabupaten dengan konstruksi rigid beton sepanjang 33 kilometer, rehabilitasi 56 ruas jalan sepanjang 83 kilometer, serta perbaikan dan pemeliharaan 262 titik jembatan di seluruh wilayah Bojonegoro.

Editor : Dedi Mahdi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network