BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Inovasi pemanfaatan sisa pangan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Bojonegoro. Sherly Rahayu Retnoningtyas, mahasiswi asal Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, berhasil mengolah bekatul hasil samping penggilingan padi, menjadi produk pangan modern bertajuk Bekatul Crepe Roll Cake.
Karya tersebut mengantarkannya meraih Juara II Lomba Inovasi Olahan Sisa Pangan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro.
Sherly yang saat ini menempuh pendidikan Program Studi S1 Gizi di STIKES Muhammadiyah Bojonegoro dikenal aktif dalam kegiatan akademik, organisasi, serta berbagai kompetisi inovasi pangan. Di tengah kesibukan kuliah dan pekerjaan sampingan, ia konsisten mengembangkan gagasan kreatif berbasis pangan lokal dengan orientasi pengurangan limbah pangan.
Inovasi Bekatul Crepe Roll Cake berangkat dari keprihatinan Sherly terhadap rendahnya pemanfaatan bekatul yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai pakan ternak. Padahal, berdasarkan kajian gizi, bekatul memiliki kandungan protein, serat, dan antioksidan yang tinggi serta berpotensi diolah menjadi pangan aman dan bergizi.
Dalam proses pengolahannya, bekatul terlebih dahulu disterilisasi dengan cara dikukus pada suhu 100 derajat Celsius selama 30 menit untuk memastikan keamanan pangan. Selanjutnya, bekatul disangrai pada suhu 70–90 derajat Celsius guna menurunkan kadar air sebelum dihaluskan menjadi tepung. Tepung bekatul tersebut kemudian diolah bersama susu, telur, dan mentega hingga menghasilkan adonan crepe yang tipis, lentur, dan bercita rasa gurih alami.
Crepe yang telah matang kemudian digulung dengan isian whip cream dan potongan stroberi segar, menghasilkan sajian dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan segar. Dengan tampilan modern serta rasa yang familiar, produk ini dinilai memiliki peluang diterima pasar tanpa menghilangkan nilai gizi dari bahan dasarnya.
Meski demikian, Sherly mengakui tantangan utama dalam pengembangan produk ini adalah mengubah persepsi masyarakat yang masih memandang bekatul sebagai bahan pangan kelas rendah. Selain itu, pengendalian proses sterilisasi dan teknik penyajian agar kualitas produk tetap terjaga juga menjadi perhatian penting.
Melalui inovasi ini, Sherly berharap Bekatul Crepe Roll Cake dapat menjadi contoh bahwa sisa pangan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai gizi sekaligus bernilai ekonomi. Ke depan, ia berencana mengembangkan variasi rasa, meningkatkan kualitas tampilan dan tekstur, serta menjajaki peluang produksi skala kecil sebagai camilan sehat berbasis pangan lokal.
Prestasi tersebut sekaligus mencerminkan dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam mendorong inovasi pangan berkelanjutan, serta peran aktif generasi muda dalam mengangkat potensi lokal daerah.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
