NGASEM, iNewsBojonegoro.id - Fenomena Rembesan air disertai bau menyengat menyerupai gas ditemukan di dalam rumah milik Ali (60), warga Desa Dukohkidul RT 001 RW 001, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Peristiwa itu diketahui muncul sejak Kamis (26/03/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kemunculan air berbau tersebut diduga berasal dari sumur gali manual yang berada di samping rumah korban. Sumur tersebut diketahui telah lama ditutup atau diurug.
Pemerintah desa setempat yang menerima laporan segera berkoordinasi dengan instansi terkait.
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Ngasem serta anggota Polsek Ngasem turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Sebagai langkah pengamanan, aparat kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi guna mencegah warga mendekat ke area yang berpotensi berbahaya.
Kepala Desa Dukohkidul, Sulibianto, mengatakan bahwa dugaan sementara mengarah pada sumur lama yang sebelumnya berada di samping rumah tersebut.
“Sumur itu sudah lama diurug. Kemungkinan rembesan air ini berasal dari sana dan disertai bau gas atau belerang yang cukup menyengat,” ujarnya.
Ia menambahkan, fenomena tersebut merupakan kejadian pertama di wilayahnya sehingga langsung dilaporkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Petugas dari DLH Kabupaten Bojonegoro telah melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium. Hasil pengujian diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar tiga hari.
Kapolsek Ngasem, Iptu Mujianto, memastikan pihaknya telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian, termasuk pemasangan garis polisi.
“Kejadian ini sudah kami laporkan ke instansi terkait, yakni DLH. Lokasi juga telah kami amankan dengan pemasangan garis polisi,” katanya.
Hingga saat ini, bau menyengat masih tercium meski intensitasnya mulai berkurang dibanding saat pertama kali muncul.
Warga diminta tetap waspada dan tidak mendekati lokasi hingga hasil uji laboratorium memastikan kondisi tersebut aman.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
