Siap Bawa Rupiah ke Rp15.000 per Dolar AS, Ini Langkah yang Disiapkan Menkeu Purbaya

Riyan Rizki Roshali
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kemenkau).

JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat nilai tukar Rupiah hingga kembali berada di level Rp15.000 per Dolar Amerika Serikat (AS). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, langkah konkret untuk mendukung penguatan Rupiah akan mulai dijalankan pada pekan depan.

Menurut Purbaya, strategi utama yang disiapkan pemerintah adalah menjaga devisa hasil perdagangan internasional tetap berada di dalam negeri. Kebijakan tersebut diyakini mampu meningkatkan pasokan valuta asing domestik dan memperkuat struktur moneter nasional.

“Minggu depan akan ada action dari saya untuk memperkuat nilai tukar. Nanti kalau itu mulai berjalan, kan hasil devisanya nggak lari ke mana-mana tuh dari ekspor batu bara, ekspor CPO juga akan tinggal di sini. DHE juga,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, penguatan Rupiah juga akan ditopang implementasi regulasi baru terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang mulai berlaku pada Juni 2026. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat retensi devisa dari sektor komoditas unggulan, termasuk batu bara dan minyak sawit mentah (CPO).

“DHE hasil ekspor yang mulai dijalankan lagi yang baru kan Juni, itu akan memperkuat semuanya. Itu mungkin,” ujar Purbaya.

Selain memperkuat cadangan devisa, pemerintah juga fokus menjaga stabilitas pasar surat utang negara guna mempertahankan arus modal asing masuk ke Indonesia.

Purbaya menilai kondisi pasar obligasi nasional saat ini masih menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari penurunan tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN), yang menandakan harga obligasi Indonesia semakin stabil dan diminati investor.

“Ya, kita pakai doa yang kedua. Sudah, apa lagi? Kita sudah masuk ke bond kan. Bond-nya kan turun kan? Yield-nya kan turun, kan walaupun ada apa-apa. Asing masih banyak masuk juga bareng kita,” kata Purbaya.

Menurutnya, stabilitas pasar obligasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor asing dan menopang penguatan nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network