Kabag PBJ Pemkab Bojonegoro Kupas Etika Pengadaan dan Integritas di Hadapan Mahasiswa Unigoro

Arik T.P
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemkab Bojonegoro saat pemaparan. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro) menghadirkan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Iwan Sopian, ST., MM., sebagai narasumber dalam kuliah praktisi yang digelar di Gedung G Fakultas Sains dan Teknik (Saintek), Rabu (17/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Iwan membahas pentingnya etika pengadaan dan integritas profesional dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, khususnya di sektor konstruksi. 

Menurutnya, setiap proses pengadaan harus berlandaskan etika profesional guna menjaga keseimbangan antara tujuan bisnis, aspek teknis, dan tanggung jawab sosial.

Iwan menjelaskan bahwa alur, perencanaan, serta fokus strategis pengadaan barang dan jasa saat ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong penggunaan produk dalam negeri.

“Tahapan-tahapan dalam pengadaan barang dan jasa diawali dengan identifikasi kebutuhan atau perencanaan. Dilanjutkan dengan persiapan pengadaan, persiapan pemilihan, pemilihan penyedia, pelaksanaan kontrak, hingga serah terima hasil yang dibiayai APBN/APBD/APB Desa,” paparnya.

Ia menambahkan, mekanisme pengadaan dapat dilakukan melalui swakelola maupun penyedia. Sementara itu, batas nilai pengadaan langsung untuk pekerjaan konstruksi kini mencapai Rp400 juta.

Selain menjelaskan regulasi dan mekanisme pengadaan, Iwan juga menyoroti pentingnya etika dalam pengadaan konstruksi. 

Menurutnya, etika menjadi norma perilaku yang wajib diterapkan untuk menciptakan proses yang jujur, transparan, dan akuntabel, sekaligus meminimalkan risiko pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

“Integritas dalam siklus proyek dapat dilihat dari tiga hal. Pertama, transparansi dan keterbukaan informasi tender harus jelas sekaligus dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Kedua, memberikan kesempatan setara bagi penyedia tanpa diskriminasi atau keberpihakan tertentu. Ketiga, menerapkan prinsip akuntabilitas dan efisiensi,” jelas Iwan.

Melalui kuliah praktisi tersebut, mahasiswa Teknik Sipil Unigoro mendapatkan pemahaman mengenai tata kelola pengadaan barang dan jasa yang berintegritas serta relevansinya dalam dunia konstruksi. Iwan menegaskan bahwa keberhasilan jangka panjang di sektor konstruksi tidak hanya ditentukan oleh keuntungan bisnis, tetapi juga oleh kemampuan menjaga tanggung jawab sosial dan kepercayaan publik.

Dia juga menambahkan, menjaga keseimbangan antara keuntungan, tanggung jawab sosial, dan kepercayaan akan menjadi kesuksesan jangka panjang bagi para pelaku industri konstruksi.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network