Tak Sekadar Produksi, Praktisi Beberkan Faktor Penentu Untung-Rugi Proyek Manufaktur Baja di Unigoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Program Studi Teknik Industri Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Modern Class Fakultas Sains dan Teknik (Saintek), Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Manajer Pabrik PT Limas Anugerah Steel Surabaya, Ir. Sutarmin, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., yang membagikan pengalaman terkait proses pengerjaan proyek manufaktur di industri baja.
Dalam kuliah tersebut, Sutarmin menjelaskan tahapan pelaksanaan proyek manufaktur yang dimulai sejak penerimaan pesanan pelanggan hingga produk selesai diproduksi dan dipasang di lokasi.
Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, memahami kebutuhan mereka, melakukan survei lapangan, hingga menyusun rancangan kerja yang sesuai dengan spesifikasi proyek.
Menurutnya, pelanggan menginginkan produk yang berfungsi optimal, memiliki kekuatan dan daya tahan tinggi, selesai tepat waktu, serta ditawarkan dengan harga yang kompetitif. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan harus melakukan perencanaan yang cermat sejak tahap awal.
“Kita harus menghitung kebutuhan material secara detail melalui Bill of Material (BOM). Perhitungan ini sangat penting karena kesalahan sedikit saja dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan keterlambatan pengiriman proyek,” paparnya.
Sutarmin menjelaskan, proses produksi di industri baja diawali dengan pemotongan plat baja sesuai cutting plan yang telah disusun. Tahapan berikutnya meliputi pembentukan material melalui proses roll, pengelasan, hingga pembuatan komponen pendukung seperti flange.
Setiap tahapan produksi, lanjutnya, membutuhkan perencanaan yang matang agar penggunaan material lebih efisien dan limbah produksi dapat ditekan seminimal mungkin. Efisiensi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberhasilan proyek sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.
“Keberhasilan proyek manufaktur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi. Melainkan juga ketelitian dalam perencanaan, pengelolaan material, pengendalian biaya, pengaturan waktu kerja, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan perusahaan,” pungkas Sutarmin.
Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa Teknik Industri Unigoro mendapatkan gambaran langsung mengenai penerapan manajemen proyek manufaktur di industri baja, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan produksi di lapangan.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
