Fenomena Bediding Melanda Bojonegoro, Suhu Pagi Hari Turun hingga 19 Derajat Celsius

Hanandiar F.
Ilustrasi warga sedang menahan suhu dingin pagi hari, akibat fenomena bediding. (Foto; istimewa)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Sejumlah wilayah di Indonesia tengah mengalami fenomena cuaca dingin atau yang dikenal masyarakat sebagai "bediding". Kondisi ini juga dirasakan di Kabupaten Bojonegoro dengan suhu udara pada pagi hari yang turun hingga sekitar 19 derajat Celsius, Rabu (1/7/2026).

Suhu tersebut tergolong rendah untuk wilayah Bojonegoro, mengingat rata-rata suhu harian di daerah ini umumnya berada di atas 25 derajat Celsius.

"Dingin sekali saat pagi hari, sepertinya sudah berlangsung beberapa hari ini ya," ungkap Khotimah, salah satu warga Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Berdasarkan informasi dari Stasiun Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) jatim, bediding merupakan fenomena alam yang lazim terjadi setiap tahun, terutama pada musim kemarau. 

Kondisi ini ditandai dengan suhu udara yang terasa lebih dingin pada pagi dan malam hari akibat berkurangnya tutupan awan serta rendahnya kelembapan udara.

BMKG menjelaskan, terdapat beberapa ciri utama fenomena bediding, yakni suhu udara pagi dan malam hari yang lebih dingin dari biasanya, kelembapan udara relatif rendah, langit cerah berawan pada siang hari dan cerah pada malam hari, serta curah hujan yang sangat minim.

Fenomena ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan dampak pada berbagai sektor.

Di bidang kesehatan, suhu dingin dapat memengaruhi kondisi tubuh, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, serta penderita penyakit saluran pernapasan.

Sementara di sektor pertanian, embun es atau "frost" yang dapat muncul di wilayah dataran tinggi berpotensi merusak tanaman yang sensitif, seperti sayuran, bunga, dan berbagai komoditas hortikultura.

Adapun pada sektor peternakan, suhu udara yang rendah dapat menyebabkan stres pada ternak sehingga meningkatkan risiko terserang penyakit, bahkan berpotensi menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik.

Untuk mengurangi dampak tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan pakaian hangat, terutama saat pagi dan malam hari.

Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat yang cukup, serta memberikan perlindungan pada tanaman rentan menggunakan naungan atau plastik mulsa.

Selain itu, peternak juga disarankan memastikan kandang dalam kondisi tertutup, hangat, dan mampu melindungi ternak dari paparan udara dingin.

BMKG mengingatkan bahwa bediding merupakan fenomena alam yang terjadi secara berkala setiap musim kemarau. 

Masyarakat diminta tetap waspada dan terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network