BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro mulai mengalami krisis air bersih seiring berlangsungnya musim kemarau 2026. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan bantuan air bersih kepada wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, dalam keterangan tertulis yang disampaikan melalui kanal media sosial BPBD menyebutkan, hingga Selasa (21/7/2026), distribusi bantuan air bersih telah mencapai 51 tangki.
"Distribusi air bersih dilakukan di 11 desa di 7 kecamatan," jelasnya.
Khusus untuk pendistribusian pada Selasa (21/7/2026), BPBD menyalurkan bantuan ke empat desa di empat wilayah terdampak, masing-masing satu tangki air bersih.
Adapun lokasi distribusi meliputi Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon; Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho; Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho; serta Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo.
BPBD Bojonegoro terus memantau perkembangan dampak musim kemarau di berbagai wilayah. Penyaluran bantuan air bersih dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat dan hasil asesmen di lapangan guna memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga terdampak kekeringan.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
