BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat upaya pelestarian sejarah dan tradisi leluhur melalui kegiatan ziarah makam dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-349 tahun 2026.
Salah satu makam yang dikunjungi adalah makam Pangeran Aryo Dalem di Kelurahan Kadipaten, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (16/10/2026).
Ziarah tersebut dipimpin Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Mengenakan busana bernuansa putih, rombongan disambut juru kunci makam setibanya di lokasi. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh leluhur yang memiliki peran dalam perjalanan sejarah Bojonegoro.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bingkisan kepada juru kunci makam dan imam tahlil. Bupati, wakil bupati, serta rombongan juga mengikuti makan tumpeng bersama dalam suasana hangat dan sederhana.
Di balik kegiatan ziarah tersebut, makam Pangeran Aryo Dalem menyimpan tradisi turun-temurun yang masih dijaga masyarakat setempat hingga kini.
Juru kunci makam Pangeran Aryo Dalem, Sutiyono, yang merupakan keturunan keempat dari penjaga makam tersebut, menjelaskan bahwa terdapat tradisi tahunan bernama mayu cungkup. Tradisi ini berupa kegiatan memperbaiki dan merawat cungkup makam yang dikenal masyarakat sebagai makam Buyut Dalem.
Menurut Sutiyono, mayu cungkup dilaksanakan setiap tahun pada bulan Dzulhijah, tepatnya Rabu Pahing. Setelah itu, masyarakat menggelar tradisi manganan atau sedekah bumi pada Rabu Wage.
“Penggantian cungkup ini menggunakan bahan alang-alang dari Ngasem. Kemudian, bagian wuwung harus diganti tepat pukul 12.00 WIB dan diiringi gending Kodok Ngorek, yang merupakan kesukaan Mbah Buyut Dalem,” terang Sutiyono.
Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan perawatan bangunan makam, tetapi juga mencerminkan upaya masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya sekaligus menghormati sejarah leluhur.
Pada 2026, tradisi mayu cungkup makam Buyut Dalem bahkan berhasil meraih juara pertama dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Timur. Capaian ini menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap keberlangsungan tradisi lokal yang terus dipelihara masyarakat.
Melalui ziarah makam leluhur dalam rangka HJB ke-349, Pemkab Bojonegoro berupaya menjaga kesinambungan antara sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat.
Penghormatan kepada tokoh pendahulu diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga memperkuat kesadaran generasi sekarang untuk merawat identitas dan warisan budaya daerah.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
