BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) bersama Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro menyiapkan program AI for Smart Teaching untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam pembelajaran.
Program yang menjadi bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) EMCL tersebut menyasar 100 guru dari 62 sekolah di Kabupaten Bojonegoro.
Selain meningkatkan kapasitas guru, program ini dirancang untuk mendukung pembibitan talenta akademik siswa, khususnya dalam menghadapi kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Si., mengatakan penggunaan AI dalam pendidikan harus ditempatkan sebagai pendukung kerja guru, bukan sebagai pengganti peran pendidik.
“AI harus menjadi supporting tools yang membantu guru menyiapkan materi, mengembangkan pembelajaran, menyusun evaluasi, sekaligus memberi ruang bagi guru untuk lebih fokus mendampingi siswa,” ucapnya dalam forum group discussion (FGD) bersama PBG Bojonegoro di Ruang Adu Ide Rektorat Unigoro, 19 Agustus 2026.
AI Tak Berhenti pada Pelatihan
Project Manager AI for Smart Teaching, Dr. Amanda Pradhani Yanwar, S.Pd., M.Pd., menjelaskan program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan penggunaan teknologi AI.
Setelah pelatihan, guru akan mendapatkan pendampingan dan didorong untuk mengimplementasikan teknologi tersebut dalam kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing.
“Ada tiga progam utama yang kami gagas. Pertama, pelatihan guru inovatif berbasis AI bagi 100 guru dari 62 sekolah, dengan materi antara lain NotebookLM, MagicSchool AI, Quizizz, dan Kahoot!. Sekolah sasaran yang dipilih berdasarkan Indeks Partisipasi OSN Sekolah (IPOS),” paparnya.
Tahap kedua berupa monitoring dan pendampingan selama tiga bulan. Pendampingan tersebut ditujukan untuk memastikan pemanfaatan AI benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran.
“Kedua, monitoring dan pendampingan selama tiga bulan untuk memastikan AI diterapkan dalam pembelajaran. Ketiga, Olimpiade Battle of Brilliance yang menargetkan sedikitnya 124 peserta dari 62 sekolah. Sekaligus launching buku pembelajaran inovatif berbasis AI dan kompetisi video guru,” imbuh Amanda.
Melalui rangkaian tersebut, program diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan digital guru, tetapi juga menghasilkan praktik pembelajaran yang lebih inovatif dan berdampak terhadap prestasi siswa.
Dorong Pembibitan Talenta OSN
Program AI for Smart Teaching juga dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkuat pembinaan prestasi akademik siswa di Bojonegoro.
Pengurus PBG Bojonegoro menilai penguasaan teknologi pembelajaran semakin penting di tengah tuntutan inovasi pendidikan. Penguasaan materi ajar, kreativitas dalam pembelajaran, serta pembinaan prestasi akademik masih perlu diperkuat.
Data Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) periode 2022-2025 juga menunjukkan partisipasi sekolah Bojonegoro dalam OSN tingkat nasional masih terbatas.
Ketua PBG Bojonegoro, Anam Syaifuddin, M.Pd., menyatakan dukungan terhadap kolaborasi tersebut. Ia menggambarkan LPPM Unigoro dan PBG Bojonegoro sebagai dua pihak yang memiliki peran saling melengkapi.
“Dalam program ini LPPM Unigoro adalah supirnya. Kita ibaratnya ban mobilnya yang siap jalan ke mana supir mengarahkan,” ujarnya.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Bojonegoro, M. Shobirin, M.Pd., menilai pemanfaatan AI untuk pembibitan siswa OSN juga dapat membuka peluang kolaborasi lintas sekolah.
“Program pemaksimalan AI untuk pembibitan kelas OSN ini sangat menarik. Mungkin nanti bisa juga dilakukan pembibitan silang, yang mana guru yang berminat tetapi tidak ada murid yang minat dengan OSN bisa membantu murid yang berminat OSN di sekolah lain,” pungkasnya.
Pelatihan Digelar September
Sebagai tindak lanjut FGD, LPPM Unigoro dan PBG Bojonegoro akan kembali menggelar FGD pada 3 September 2026.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Guru Inovatif Berbasis AI pada 21-22 September 2026.
PIC Program EMCL, Joni Wicaksono, mengapresiasi kolaborasi LPPM Unigoro dan PBG Bojonegoro. Menurut dia, program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas guru sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan target 100 guru dari 62 sekolah, program AI for Smart Teaching diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan AI secara tepat dalam pembelajaran sekaligus memperkuat pembinaan talenta akademik siswa di Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
