BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, terpilih menjadi wakil Kabupaten Bojonegoro dalam Pembinaan dan Penilaian Kelompok Agribisnis Peternakan Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.
Kelompok ternak tersebut menjadi salah satu peserta yang mengikuti proses pembinaan dan penilaian agribisnis peternakan tingkat Provinsi Jawa Timur. Selain Lembu Suro, Bojonegoro juga diwakili Kelompok Ternak Srono Makmur dari Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan.
Kegiatan penilaian di Desa Hargomulyo berlangsung pada (28/8/2026) kemarin. Kedatangan tim penilai disambut langsung anggota Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro.
Kegiatan diawali dengan pemaparan profil serta berbagai aktivitas kelompok yang disampaikan perwakilan kelompok di salah satu rumah anggota. Setelah itu, tim penilai melakukan tinjauan lapangan untuk melihat secara langsung kandang sapi komunal dan sekretariat kelompok.
Salah satu perwakilan Kelompok Ternak Lembu Suro, Pardi, mengatakan kelompok yang berdiri sejak 2012 tersebut tidak hanya bergerak dalam bidang peternakan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Saat ini, total populasi sapi yang dikelola kelompok tercatat sebanyak 101 ekor. Sebanyak 59 ekor di antaranya telah terjual sehingga tersisa 42 ekor sapi yang masih dikelola.
“Populasi sapi saat ini ada 101 ekor. Yang sudah dijual 59 ekor, masih 42 ekor untuk saat ini,” jelas Pardi.
Dari 42 ekor sapi yang tersisa, sebanyak 31 ekor ditempatkan di kandang komunal. Sementara sapi lainnya berada di kediaman masing-masing anggota karena kapasitas kandang komunal sudah tidak mampu menampung seluruh ternak.
Pardi berharap pembinaan dan penilaian di tingkat provinsi dapat menjadi momentum bagi kelompoknya untuk meningkatkan pengelolaan peternakan sekaligus berkembang menjadi kelompok peternak yang lebih baik.
“Mohon bimbingannya agar kami bisa menjadi kelompok yang lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraeni, mengatakan Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro memiliki sejumlah keunggulan dan keunikan yang membedakannya dari kelompok peternak lainnya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Disnakkan dalam memilih Lembu Suro untuk mewakili Kabupaten Bojonegoro dalam penilaian tingkat Provinsi Jawa Timur.
Elfia menilai kekompakan anggota menjadi salah satu kekuatan utama kelompok tersebut. Sejak berdiri pada 2012, Lembu Suro dinilai konsisten mengembangkan peternakan sekaligus mempertahankan semangat sosial dan gotong royong.
“Di Lembu Suro ini kekompakannya luar biasa, jiwa sosial dan semangat gotong royongnya juga luar biasa. Semangat ini menjadi modal bagi kami untuk terus melakukan pendampingan dari Dinas Peternakan,” jelasnya.
Selain kekuatan kelompok, Desa Hargomulyo juga dinilai memiliki potensi peternakan sapi yang besar. Wilayah tersebut menjadi salah satu sumber bibit sapi di Bojonegoro dan memiliki populasi sapi Peranakan Ongole (PO) yang cukup banyak.
“Di sini sumber bibit banyak yang dari sini. Di sini juga banyak populasi sapi PO dan masuk dalam Asosiasi PO Bojo, kelompok peternak sapi PO Bojonegoro,” tambahnya.
Potensi tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan agribisnis peternakan di Desa Hargomulyo, sekaligus memperkuat posisi kelompok ternak lokal dalam penilaian tingkat Provinsi Jawa Timur.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
