Untuk Pertama Kalinya! Medhayoh Keterbukaan Informasi Publik se Jatim Digelar di Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar rangkaian kegiatan Medhayoh Keterbukaan Informasi Publik 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan layanan informasi kepada masyarakat.
Acara berlangsung di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro pada Sabtu (29/11).
Acara ini dihadiri oleh Dr. Nur Sodik, Direktur Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital, Ahmad Nur Aminudin selaku Ketua Komisi Informasi (KI) Jawa Timur, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Sekda Bojonegoro, para kepala OPD, serta sejumlah unsur penting yang bergerak di bidang keterbukaan informasi.

Acara Perdana Digelar di Luar Surabaya
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa dirinya hadir mewakili Bupati Bojonegoro yang pada waktu bersamaan menghadiri agenda Milad Muhammadiyah.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan sarasehan keterbukaan informasi yang untuk pertama kalinya digelar di luar Surabaya merupakan pencapaian tersendiri bagi Bojonegoro.
“Selamat datang dan terima kasih. Biasanya kegiatan sarasehan dilaksanakan di Surabaya, dan baru kali ini diadakan di luar kota, yakni di Bojonegoro. Ini adalah pecah telur dan menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus dorongan untuk lebih semangat lagi,” ujar Wabup.
85 Persen Warga Bojonegoro Sudah Mengakses Internet
Wabup turut memaparkan perkembangan penggunaan teknologi informasi di Bojonegoro. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa, sekitar 85 persen di antaranya telah menggunakan akses internet.
“Yang diminati masyarakat, urutan pertama adalah media sosial, terutama TikTok, disusul Instagram dan Facebook. Selain itu hiburan, berita, dan konten pembelajaran juga mendominasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, 58 persen masyarakat merupakan pengguna internet aktif sehingga penyebaran informasi berlangsung sangat cepat.
“Informasi sekecil apa pun dari lapangan, dalam waktu lima menit saja sudah tersebar luas,” tuturnya.
Pemkab Jalankan Program Keterbukaan Informasi
Wabup juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bojonegoro telah menjalankan sejumlah program berbasis keterbukaan informasi, salah satunya Medhayoh atau Sapa Bupati, yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Acara ini tanpa sensor, masyarakat bisa menyampaikan apa saja, dan langsung dijawab oleh OPD terkait,” katanya.
Komisi Informasi Jatim Apresiasi Medhayoh
Ketua KI Jatim, Ahmad Nur Aminudin, turut menjelaskan makna Medhayoh yang sebelumnya disampaikan bupati, yaitu memudar atau mudari perkoro agar menjadi nayoh, atau upaya memediasi persoalan hingga menemukan solusi yang jelas.
“Kami bersyukur bupati, wabup, sekda, Kominfo, dan seluruh jajarannya sangat antusias,” ujarnya.
Ia memaparkan bahwa monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai verifikasi faktual hingga wawancara publik. Ke depannya, beberapa kegiatan serupa akan digelar di berbagai wilayah seperti Jember dan daerah lainnya.
“Yang utama adalah prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Itu menjadi fondasi penting dalam keterbukaan informasi,” tegasnya.
Ahmad menambahkan bahwa komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat merupakan aspek penting dalam keterbukaan informasi publik.
“Seluruh Kominfo Jawa Timur kami undang dalam rangka memperkuat Medhayoh Keterbukaan Informasi Publik. Tepuk tangan untuk kita semua,” pungkasnya.
Editor : Arika Hutama