Jadikan Desa Pelembon Sentra Bebek, 40 Dosen FKH Unair Dikerahkan ke Bojonegoro
KANOR, iNewsBojonegoro.id - Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) melaksanakan program pendampingan peternak bebek di Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dipusatkan di Desa Palembon, Kecamatan Kanor.
Program pendampingan tersebut diawali dengan pelatihan sekaligus peluncuran (launching) yang berlangsung selama dua hari, pada 26–27 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga yang berprofesi sebagai peternak bebek.
Dekan FKH Unair, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes., menjelaskan bahwa pendampingan difokuskan pada peningkatan kapasitas peternak, mulai dari pemberian pakan sesuai standar nutrisi hingga pemanfaatan obat-obatan tradisional untuk ternak.
“Dalam program ini kami mengerahkan sekitar 40 doktor dan dosen FKH Unair untuk mengawal kegiatan pendampingan pengabdian masyarakat ini,” ujar Prof. Lilik saat memberikan sambutan pada acara peluncuran program di Balai Desa Palembon.

Ia menambahkan, Desa Palembon akan dijadikan sebagai pilot project pengembangan peternakan bebek yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan.
Pemilihan desa tersebut didasarkan pada letak geografisnya yang berada di kawasan pinggiran aliran Sungai Bengawan Solo.
“Kami ingin Desa Palembon menjadi sentra peternakan bebek beserta produk olahannya. Program ini akan dikawal selama lima tahun agar dapat berdampak pada kemandirian ekonomi desa,” tambahnya.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada FKH Unair atas pelaksanaan program pendampingan di wilayahnya.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di sektor peternakan.
“Pemkab Bojonegoro memiliki program di bidang peternakan, di antaranya Program Gayatri dan Domba Kesejahteraan. Program dari FKH Unair ini sangat selaras dengan upaya kami,” jelas Nurul Azizah.
Ia berharap program pendampingan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perekonomian warga desa.
“Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa ternak, tetapi yang lebih penting adalah sumbangsih pemikiran dan pengetahuan baru bagi warga terkait pengelolaan peternakan, khususnya beternak bebek,” tambahnya.
Pada tahap awal peluncuran program, sebanyak 20 warga binaan menerima bantuan berupa 17 ekor bebek, uang tunai, serta pakan ternak sebagai modal awal pengembangan usaha.
Editor : Arika Hutama