Waspada! Termasuk Bojonegoro, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa Jatim 21–28 Februari 2026
JATIM, iNewsBojonegoro.id - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 21–28 Februari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Timur tengah memasuki musim hujan, dengan beberapa daerah diprakirakan masih berada pada puncak musim hujan.
“Dalam delapan hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Taufiq, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh aktifnya monsun Asia serta adanya gangguan gelombang atmosfer frekuensi rendah, termasuk Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby, yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih relatif hangat dan signifikan turut memperkuat suplai uap air. Kondisi atmosfer lokal yang labil juga mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak.
"Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau memiliki tebing diharapkan lebih siaga terhadap potensi dampak seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang," tambahnya.
Masyarakat juga diminta aktif memantau perkembangan cuaca melalui radar cuaca WOFI di laman resmi BMKG Juanda serta mengikuti informasi peringatan dini tiga harian maupun peringatan dini dua hingga tiga jam sebelum kejadian melalui kanal resmi dan media sosial.
Sejumlah daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi:
Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep; serta Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.
BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dampak bencana hidrometeorologi selama periode peningkatan cuaca ekstrem ini.
Editor : Arika Hutama