Kekeringan Ancam 93 Desa di Bojonegoro, BPBD Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Ancaman kekeringan mulai membayangi Kabupaten Bojonegoro seiring memasuki musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro memetakan sebanyak 93 desa yang tersebar di 24 kecamatan berpotensi mengalami krisis air bersih.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Bojonegoro mulai meningkatkan upaya mitigasi dengan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan potensi kekeringan tersebut merupakan hasil pemetaan dan mitigasi yang telah dilakukan sejak awal tahun.
“Ada 93 desa yang tersebar di 24 kecamatan diprediksi mengalami kekeringan. Angka ini merupakan hasil mitigasi yang telah dilakukan BPBD Bojonegoro sejak awal tahun,” ungkap Heru.
Meski demikian, jumlah desa yang diperkirakan terdampak pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan musim kemarau tahun lalu. Pada 2025, BPBD mencatat sebanyak 106 desa mengalami kekeringan.
“Angka ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 106 desa terdampak kekeringan,” jelasnya.
Menurut Heru, berkurangnya jumlah desa rawan kekeringan dipengaruhi oleh meningkatnya akses layanan air bersih di sejumlah wilayah. Pembangunan jaringan air bersih oleh pemerintah desa serta perluasan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro dinilai berkontribusi dalam menekan risiko kekeringan.
Kendati demikian, BPBD menegaskan data tersebut masih bersifat prediksi awal dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi cuaca maupun ketersediaan sumber air di lapangan.
“Data mitigasi ini belum bisa memastikan jumlah akhir desa terdampak. Masih ada kemungkinan terjadi penambahan maupun pengurangan, tergantung kondisi di lapangan,” tambahnya.
BPBD juga meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau tahun ini berpotensi lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan prediksi BMKG, tahun ini berpotensi terjadi musim kemarau yang lebih ekstrem. Karena itu, kami memperkirakan jumlah desa yang mengalami kekeringan bisa bertambah.
Dari 24 kecamatan yang diprediksi terdampak, Kecamatan Sumberrejo, Kepohbaru, dan Ngasem menjadi wilayah dengan jumlah desa rawan kekeringan terbanyak.
BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air sejak dini guna mengurangi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih berat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih hemat dan bijak dalam menggunakan air, karena kondisi cuaca tahun ini diprediksi lebih parah dibandingkan tahun lalu,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pada awal musim kemarau tahun ini BPBD Bojonegoro telah menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, serta RSUD Kepohbaru.
Editor : Arika Hutama