Sebatang Kara di Usia Senja, Air Mata Mbah Musrikah Mengiringi Langkahnya Menuju Panti Jompo
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Perjalanan hidup Mbah Musrikah (70) memasuki babak baru. Perempuan lanjut usia asal Desa Ketileng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro itu resmi dirujuk ke Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) milik Pemprov Jatim di Magetan, setelah bertahun-tahun menjalani hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi.
Suasana haru menyelimuti proses keberangkatan Mbah Musrikah. Air mata tampak mengiringi langkahnya saat meninggalkan desa yang selama ini menjadi tempat tinggal terakhirnya. Di usia senja, ia akhirnya memperoleh tempat yang akan memberikan perawatan dan pendampingan secara berkelanjutan.
Mbah Musrikah diketahui telah kehilangan seluruh anggota keluarga terdekatnya. Anak, suami, dan saudara kandungnya telah meninggal dunia. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani hari-hari seorang diri tanpa tempat bergantung.
Sebelumnya, Mbah Musrikah sempat merantau dan menetap di Surabaya selama puluhan tahun. Namun, seiring kondisi kesehatan yang terus menurun, ia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Desa Ketileng. Kepulangannya tidak serta-merta membuat hidupnya lebih mudah. Tanpa rumah dan keluarga, ia selama ini menumpang di rumah warga sekitar.
Editor : Arika Hutama