Refleksi Setahun Wahono–Nurul Pimpin Bojonegoro, Beber Evaluasi dan Catatan APBD 2008–2026
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Suasana berbeda tampak dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, Jumat (20/2/2026). Bertempat di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kegiatan berlangsung khidmat menjelang waktu berbuka puasa.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun di tengah gerimis sore, menghadirkan nuansa spiritual yang kental. Para tamu undangan mengenakan busana serba putih, melambangkan kesucian niat dan kebersamaan dalam membangun daerah.
Mengusung tema “Merajut Kebersamaan Membangun Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan”, kegiatan ini tak sekadar seremoni tahunan. Refleksi dimaknai sebagai pertanggungjawaban moral, sosial, dan spiritual kepada masyarakat.
Santunan Sosial dan Penguatan Nilai Kebersamaan
Acara diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, marbot masjid, penggali kubur, penyandang disabilitas, lansia, hingga tukang becak. Momentum tersebut menjadi simbol keberpihakan sosial pemerintah daerah terhadap kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang mau mendengar dan terus belajar. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, umaro, kyai, dan ustadzah yang selama ini memberikan dukungan dan doa.
“Selama satu tahun ini kami membangun sistem dan meneguhkan komitmen pelayanan sesuai visi-misi dan RPJMD. Refleksi bukan sekadar capaian, tetapi ruang evaluasi untuk memperbaiki komunikasi, membangun pola pikir, serta memperkuat sikap saling menghargai,” ujarnya.
Ia menggambarkan kolaborasinya bersama Wakil Bupati sebagai sinergi konseptor dan eksekutor yang berjalan beriringan dalam menggerakkan roda pemerintahan.

Evaluasi Fiskal dan Proyeksi APBD
Wakil Bupati Nurul Azizah dalam kesempatan yang sama mengajak para tamu melihat perjalanan postur APBD Kabupaten Bojonegoro dari 2008, 2014, 2019, 2023, 2024 hingga proyeksi 2026. Menurutnya, dinamika kekuatan fiskal, termasuk kebijakan efisiensi anggaran, menjadi bagian penting dalam refleksi kepemimpinan.
“Dengan kekuatan anggaran yang berbeda tiap tahun, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga. Kami bangga mendampingi beliau yang selalu memberikan arah kebijakan makro,” tegasnya.
Penyerahan Aset Masjid dan Donasi Kemanusiaan
Momen refleksi juga ditandai penyerahan simbolis Masjid Baabus Shofa dari Wakil Bupati kepada Bupati Bojonegoro. Masjid tersebut resmi menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Masjid Baabus Shofa dibangun sejak 1997 melalui hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pada 2018, aset tersebut diserahterimakan dari Keluarga Yayasan Mangunrekso Kusumo kepada Hj Nurul Azizah. Tahun 2026 ini, masjid tersebut resmi menjadi bagian dari aset daerah.
Selain itu, Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bojonegoro menyerahkan donasi masyarakat dan masjid se-Kabupaten Bojonegoro senilai Rp187.019.500. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pemulihan masjid terdampak bencana banjir di Aceh dan Sumatera.
Dihadiri Berbagai Unsur Pimpinan Daerah
Kegiatan dihadiri Ketua TP PKK Cantika Wahono, Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan fraksi partai, tokoh agama, kepala OPD, camat, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, pimpinan BUMD, Bawaslu, instansi vertikal, pemerintah desa, serta para hafidz dan hafidzah.
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk terus menjaga integritas, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi demi pelayanan publik yang lebih optimal.
Editor : Arika Hutama