get app
inews
Aa Text
Read Next : Sindiran Keras Prabowo untuk Pengkritik MBG: Tak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar

Vendor Roti Ungkap Dugaan Manipulasi Harga oleh SPPG, Minta Harga Rp1500 Nota Ditulis Rp3000

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:03 WIB
header img
Viral tangkapan layar percakapan pengella SPPG saat memesan roti. Foto: Istimewa

SERANG, iNewsBojonegoro.id - Sebuah unggahan di media sosial Threads yang mengungkap dugaan praktik manipulasi harga dalam pengadaan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Unggahan tersebut viral setelah memperlihatkan tangkapan layar percakapan WhatsApp antara seorang vendor roti dan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Unggahan pertama kali dibagikan oleh akun @spidolls. Dalam utas yang diunggah pada Jumat (5/6/2026), pemilik akun mengaku mengalami langsung proses negosiasi yang dinilai tidak wajar dari pihak SPPG di Kota Serang.

“Akhirnya ngebuktiin sendiri kalau MBG ini lahan basah,” tulisnya dalam utas tersebut.

Menurut pengakuannya, pada 9 April 2026 dirinya dihubungi oleh petugas SPPG untuk memasok roti bagi program MBG. Namun, dalam proses negosiasi, ia diminta menurunkan harga jual hingga setengah dari harga normal, sementara nilai yang dicantumkan dalam nota tetap menggunakan harga asli.

“Tanggal 9 April diminta kasih harga roti Rp1.500 padahal harga aslinya Rp3.000, tapi nota tetap harus ditulis 3.000,” tulisnya.

“Habis itu semua chat hilang ditarik. Semalam chat lagi, ternyata masih juga nego harga roti,” sambungnya.

Tangkapan layar yang dibagikan memperlihatkan percakapan antara vendor dan pihak yang disebut sebagai petugas SPPG. Dalam pesan tersebut, petugas meminta harga roti diturunkan dengan cara mengurangi kualitas bahan baku maupun ukuran produk.

“Minta harga Rp1.500 per biji, dikurangi aja ukurannya bu, pakai tepung dan susu curah enggak apa-apa,” tulis pesan yang dikirim pihak SPPG.

“Minta harga Rp1.500, tapi di nota ditulis Rp3.000. Enggak bisa ya, bu?” lanjutnya.

Permintaan tersebut langsung ditolak oleh vendor. Ia mengaku tidak ingin menurunkan kualitas produk yang nantinya akan dikonsumsi anak-anak.

“Saya yang enggak tega jualnya kalau gitu, apalagi buat dimakan anak-anak nantinya. Cari vendor lain aja teh, saya belum bisa kalau begitu,” jawab penjual.

Meski demikian, pihak SPPG disebut masih berupaya meyakinkan vendor dengan menawarkan peluang kerja sama jangka panjang apabila bersedia mengikuti skema harga yang diminta.

Setelah unggahan tersebut viral dan memperoleh lebih dari 29 ribu tanda suka, pemilik akun menyampaikan bahwa dirinya belum dapat mengungkap identitas SPPG yang dimaksud. Namun, ia memastikan persoalan tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang.

“Maaf ya aku belum bisa spill SPPG-nya. Untuk saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang, jadi kita tunggu update selanjutnya aja,” ungkapnya.

“Makasih banyak atas support dan perhatiannya. Semoga kita selalu dijauhkan dari perilaku culas, dan dzolim,” lanjutnya.

Di kolom komentar, sejumlah warganet turut mengaku pernah menerima tawaran serupa saat diminta memasok produk untuk program MBG. Mereka menyebut adanya permintaan penurunan harga produk, sementara nilai yang dicantumkan dalam dokumen tetap menggunakan harga lebih tinggi.

“Saya pernah diminta untuk si menu MBG tiap mingguan, harga produkku Rp20.000, dia minta harga Rp5.000. Saya tolak, dia minjadRpdi Rp7.000, katanya biar pake bahan frozen aja. Padahal saya susah jaga nama baik brand saya denga motto daging fresh dan dia menjatuhkannya untuk keuntungan pribadi,” tulis akun @mypiamoepalu.

“Ini sama banget, aku produksi dimsum homemade yang full daging dan diminta buat drop ke MBG ditawar setengah harga tapi mereka markup harga di atas harga jualku. Mending aku skip, Insya Allah rezeki datang jauh lebih banyak lagi,” tulis akun @tiarrakasih.

“Pernah banget aku mau dapat orderan ompreng, kebetulan aku bergerak di bidang import horeca. Aku ambil untung Rp2.000 per ompreng, ya kali disuruh markup buat keuntungan mereka Rp20.000 per ompreng. Waktu ini mau order 60.000, tapi karena takut dosa dan jadi masalah ke depannya, aku ga ambil projectnya. Setiap ada dari SPPG mau order, langsung aku tolak,” tulis akun @hey.indahoy.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG maupun pengelola program MBG terkait dugaan yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut