Bappeda Bojonegoro Ungkap Kunci Pembangunan Berkelanjutan di Hadapan Mahasiswa Unigoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Program Studi (Prodi) Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro (Unigoro) memperluas wawasan mahasiswa tidak hanya pada aspek ekologi, tetapi juga mengenai perencanaan pembangunan daerah yang mempertimbangkan dimensi sosial dan lingkungan.
Hal tersebut dibahas dalam kuliah praktisi dengan menghadirkan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Dr. Wiwik Retnoningsih, M.Pd.
Dalam pemaparannya, Wiwik menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah.
Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Tahap awalnya dimulai di musrenbang. Masyarakat bisa menyampaikan usulan, menentukan prioritas pembangunan, dan memberikan masukan terhadap program pemerintah agar lebih tepat sasaran bagi lingkungan sekitarnya,” terangnya.
Menurut Wiwik, forum musrenbang juga kerap mengangkat isu-isu tematik yang berkembang di tengah masyarakat. Pembahasan tersebut menjadi ruang untuk mengantisipasi sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di daerah.
Ia mencontohkan isu stunting yang selama ini menjadi perhatian di tingkat desa karena berkaitan erat dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Harus dipikirkan bersama bagaimana cara menurunkan angka stunting di desa tersebut. Dengan melibatkan masyarakat dan pihak terkait, pemdes (pemerintah desa) bisa merumuskan berbagai strategi sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” paparnya.
Meski demikian, pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap proses perencanaan, serta keterbatasan data pendukung yang dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan.
Karena itu, Wiwik menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan agar pembangunan dapat berjalan secara efektif.
“Sehingga pembangunan menjadi tepat sasaran dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” tukas Wiwik.
Kuliah praktisi yang dimoderatori oleh Oktavianus Cahya A., ST., M.Sc., berlangsung interaktif. Mahasiswa Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi secara langsung dengan praktisi dari Bappeda Bojonegoro mengenai implementasi perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada keberlanjutan.
Editor : Arika Hutama