get app
inews
Aa Text
Read Next : Sebanyak 15.972 Buruh Rokok di Bojonegoro Terima BLT DBHCHT, Masing-Masing Rp875 Ribu

Kolaborasi Jadi Kunci, Bappeda Bojonegoro Ajak Mahasiswa Pahami Perencanaan Pembangunan Daerah

Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:41 WIB
header img
Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Bojonegoro, Dr. Wiwik Retnoningsih, M.Pd. saat pemaparan. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Program Studi Administrasi Publik Universitas Bojonegoro (Unigoro) menghadirkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro dalam kuliah praktisi yang digelar di Modern Class Fakultas, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah.

Kuliah praktisi menghadirkan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Dr. Wiwik Retnoningsih, M.Pd., sebagai narasumber. Dalam paparannya, Wiwik menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sejak tahap awal penyusunan program pembangunan agar kebijakan yang dihasilkan lebih efektif dan sesuai kebutuhan.

Menurutnya, salah satu bentuk partisipasi masyarakat diwujudkan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

“Dalam forum ini, masyarakat dapat menyampaikan usulan, menentukan prioritas pembangunan, serta memberikan masukan terhadap program pemerintah agar lebih tepat sasaran,” terangnya.

Selain musrenbang reguler, pemerintah daerah juga menyelenggarakan musrenbang tematik yang secara khusus membahas isu-isu strategis, seperti pemberdayaan perempuan, percepatan penurunan stunting, hingga kepemudaan. Forum tersebut bertujuan memastikan kebutuhan kelompok tertentu turut menjadi bagian dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Meski demikian, Wiwik mengakui pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya minimnya pemahaman mengenai mekanisme perencanaan serta keterbatasan data pendukung.

“Melibatkan partisipasi masyarakat bukan berarti tidak ada tantangannya. Terutama kurangnya pemahaman mengenai proses perencanaan, serta keterbatasan data pendukung,” imbuhnya.

Pada akhir pemaparannya, Wiwik menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro.

Dengan kolaborasi tersebut, pembangunan di Kota Ledre diharapkan semakin tepat sasaran serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut