get app
inews
Aa Text
Read Next : Diduga Terima Miliaran per Hari dari MBG, Ini Modus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana CS

BGN Stop Program MBG Saat Libur Sekolah, Hemat Anggaran Rp3 Triliun!

Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:40 WIB
header img
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat sidak dapur SPPG. (Foto: dok Prokopim)

JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode hari libur sekolah. Hal itu tertuang melalui Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kebijakan tersebut mengatur penghentian sementara layanan MBG selama masa libur sekolah, hari libur nasional, hari libur keagamaan, hari libur khusus yang ditetapkan pemerintah daerah, serta setiap Sabtu dan Minggu.

Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Arumsari, menjelaskan bahwa surat edaran diterbitkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan program sekaligus menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan yang diberikan.

“Surat edaran ini diterbitkan dalam rangka optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan standardisasi Program MBG pada SPPG,” kata Arum dalam konferensi pers, Kamis (18/6).

Dalam ketentuan tersebut, pelayanan MBG tidak diberikan kepada peserta didik maupun kelompok nonpeserta didik yang masuk kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita selama periode hari libur berlangsung.

Meski distribusi makanan dihentikan sementara, BGN memastikan aspek keamanan dan kesiapan operasional SPPG tetap berjalan. Petugas keamanan tetap bertugas selama 24 jam secara bergantian sesuai jadwal untuk menjaga aset dan fasilitas yang ada.

Selain penghentian layanan, BGN juga tidak akan menyalurkan insentif operasional kepada SPPG yang tidak beroperasi selama masa libur. Langkah tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan penghematan anggaran dalam jumlah signifikan.

“Dalam surat edaran ini ditegaskan bahwa dengan tidak dilaksanakannya distribusi MBG, seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan menerima insentif. Dan kalau kita melihat angka jumlah SPPG yang telah beroperasi 27.820, dikaitkan dengan insentif per hari itu selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar 3 trilun rupiah,” tegas Arum.

Menurut BGN, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga tata kelola program agar tetap efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Di sisi lain, penghentian sementara operasional juga diharapkan dapat memastikan kesiapan layanan ketika Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan setelah periode hari libur berakhir.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut