get app
inews
Aa Text
Read Next : Inflasi Bojonegoro Januari 2026 Tercatat 2,88 Persen, Ini Penyebab Utamanya

Momen Langka: Badak Jawa Melahirkan, Anak dan Induk Terekam Kamera di Ujung Kulon

Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:40 WIB
header img
Tangkapan layar induk badak Jawa beserta anaknya, saat tertangkap kamera Trap. Foto: dok Taman Nasional Ujung Kulon

UJUNG KULON, iNewsBojonegoro.id - Upaya konservasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali menunjukkan perkembangan positif. Tim Monitoring dan Evakuasi Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa berhasil merekam keberadaan seekor induk Badak Jawa bersama anaknya di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon melalui kamera jebak (camera trap).

Rekaman tersebut diperoleh pada 29 Januari 2026 pukul 22.17 WIB. Temuan ini menjadi rekaman anakan Badak Jawa pertama sepanjang tahun 2026, sekaligus memperkuat harapan terhadap keberlanjutan populasi salah satu mamalia paling langka di dunia itu di habitat alaminya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, menyebut temuan tersebut sebagai indikator penting keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi dan perlindungan Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.

“Keberadaan induk dan anakan Badak Jawa yang terekam melalui camera trap menunjukkan bahwa habitat di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga dengan baik. Selain itu, pengamanan kawasan yang kuat dan konsisten, serta dukungan kerja sama dari berbagai pihak, menjadi faktor kunci yang memungkinkan Badak Jawa berkembang biak secara alami,” ujar Satyawan, Rabu (4/2).

Berdasarkan hasil analisis awal tim monitoring, induk Badak Jawa yang terekam diduga merupakan individu bernama ARUM, yang sebelumnya telah teridentifikasi dalam sistem pemantauan populasi. Sementara itu, anakan yang terekam merupakan individu baru dengan perkiraan usia kurang dari lima bulan.

Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap induk dan anakan tersebut, serta seluruh populasi Badak Jawa di kawasan. 

Upaya ini dilakukan melalui penguatan patroli lapangan, pemanfaatan teknologi pemantauan, pengelolaan habitat berkelanjutan, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra konservasi, lembaga swadaya masyarakat, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar.

“Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya pelestarian Badak Jawa sebagai salah satu satwa paling langka di dunia dan kebanggaan Indonesia, demi memastikan kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang,” pungkas Satyawan.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut