get app
inews
Aa Text
Read Next : Kabar Baik! 27 Anggrek Endemik Hutan Bojonegoro Ditemukan, Usai Habitatnya Ditebang

Mahasiswa Malaysia Pelajari Model KKN dan Agribisnis Berbasis Pemberdayaan di Unigoro

Senin, 23 Februari 2026 | 17:08 WIB
header img
Mahasiswa asal Malaysia saat berkunjung ke Unigoro. (Foto: iNews Bjn).

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id Puluhan mahasiswa dari Universiti Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah (UMPSA) melakukan kunjungan akademik ke Universitas Bojonegoro (Unigoro), Senin (23/2/2026). 

Agenda ini menjadi bagian dari program Kembara Mobiliti Ramadhan Fest 2026 yang digagas oleh Ademos Indonesia, Yayasan Mannah, dan PMII Bojonegoro.

Kunjungan tersebut difokuskan pada pembelajaran praktik pengabdian kepada masyarakat, khususnya model Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik kolaboratif yang diterapkan Unigoro.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UMPSA menjadikan Unigoro sebagai mitra pembelajaran. 

Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi bagian dari strategi penguatan jejaring global kampus.

“Unigoro terbuka untuk bermitra dengan perguruan tinggi luar negeri. Tahun ini kami juga akan melaksanakan KKN di Songkhla, Thailand, sebagai langkah konkret internasionalisasi kampus,” ujarnya.

Benchmarking Program KKN

Perwakilan UMPSA, Rida Sofani, menilai Unigoro sebagai mitra strategis dalam benchmarking program pengabdian masyarakat. 

Dia menjelaskan, konsep KKN di Malaysia memiliki kesamaan dalam hal pelibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat.

“Kami melihat banyak praktik baik yang bisa diadaptasi di Malaysia, terutama dalam perencanaan dan keberlanjutan program. Ke depan, kami berharap dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unigoro, Dr. Laily Agustina R., memaparkan skema KKN Tematik Kolaboratif (KKN TK). 

Program tersebut disusun berbasis isu dan problem lokal, dengan tahapan persiapan yang relatif panjang.

Mahasiswa peserta KKN, kata dia, mendapatkan pembekalan intensif selama tiga bulan sebelum diterjunkan ke desa. Mereka diwajibkan menyusun proposal program kerja yang dirancang berkelanjutan.

“KKN di Unigoro merupakan program perkuliahan dengan durasi terpanjang. Kami memastikan setiap kelompok memiliki rencana tindak lanjut, sehingga setelah program selesai, manfaatnya tetap dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Dari Limbah Jagung ke Budidaya Jamur

Selain mempelajari model pengabdian masyarakat, delegasi UMPSA juga mengunjungi Fakultas Pertanian Unigoro. 

Di sana, mereka memperoleh wawasan mengenai sistem pertanian modern, kewirausahaan agribisnis, serta strategi pemberdayaan berbasis sektor pertanian.

Dosen Fakultas Pertanian, M. Yusuf Dawud, SP., M.Agr., memperkenalkan inovasi budidaya jamur berbahan limbah bonggol jagung atau janggel. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi atas melimpahnya limbah pertanian di Bojonegoro.

“Budidaya jamur janggel merupakan upaya mengolah limbah bonggol jagung yang selama ini belum termanfaatkan optimal. Ini bukan sekadar praktik pertanian, tetapi juga model pemberdayaan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Melalui kunjungan ini, kedua perguruan tinggi berharap tercipta kolaborasi berkelanjutan, baik dalam program KKN internasional maupun pengembangan inovasi agribisnis berbasis masyarakat.

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut