get app
inews
Aa Text
Read Next : Peluang Emas! Pendaftaran Beasiswa Bojonegoro 2026 Masih Dibuka, Ini Jadwal dan Syaratnya

Atasi Kemacetan Kota, Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro Sepanjang 37 Km Segera Dibangun

Senin, 30 Maret 2026 | 08:53 WIB
header img
Desain jalan lingkar selatan saat dipaparkan. (Foto: Istimewa).

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menargetkan pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) mulai direalisasikan pada 2027 sebagai upaya mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan sekaligus mendorong pemerataan ekonomi.

Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto menyampaikan bahwa proyek tersebut telah masuk dalam program prioritas Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2027. Sejumlah tahapan awal, seperti studi kelayakan (feasibility study) dan desain pengembangan (development design/DD), telah diselesaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga.

Menurutnya, desain pengembangan itu mencakup penyusunan gambar detail, spesifikasi material, serta estimasi biaya konstruksi yang lebih akurat sebelum memasuki tahap penyusunan dokumen teknis pembangunan.

“Kami menargetkan pada 2027 sudah mulai ada kegiatan pembangunan,” ujar Edi dalam pemaparan RKPD 2027 pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten di Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (27/3/2026).

Rencana pembangunan jalan lingkar ini sejatinya bukan program baru. Proyek tersebut sebelumnya telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bojonegoro 2018–2023, namun belum terealisasi. Kini, rencana tersebut kembali dimasukkan dalam RPJMD 2025–2029.

Secara teknis, Jalan Lingkar Selatan akan dibangun melalui jalur wilayah selatan, membentang dari Desa Ngujo di Kecamatan Kalitidu hingga Proliman di Kecamatan Kapas, dengan panjang sekitar 37 kilometer. Jalur ini memanfaatkan koridor Jalan Rajekwesi dan melintasi sejumlah desa di beberapa kecamatan.

Beberapa wilayah yang akan dilalui di antaranya Desa Ngujo (Kalitidu), Desa Ngumpakdalem (Dander), serta Desa Bangilan, Tapelan, Tanjungharjo, dan Kedaton atau Proliman di Kecamatan Kapas.

Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, terutama kendaraan berat, direncanakan pembangunan jalan layang di atas rel kereta api di titik Ngujo dan Proliman. Fasilitas ini akan menjadi akses keluar-masuk kendaraan besar dari arah barat dan timur.

Pada tahap awal perencanaan, jalan lingkar ini akan dibangun dengan dua jalur masing-masing selebar 8 meter, dilengkapi trotoar di kedua sisi. Konsekuensinya, pemerintah juga akan melakukan pembebasan lahan di sepanjang trase jalan.

Kebutuhan pembangunan JLS didasarkan pada tingginya tingkat kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan Bojonegoro. Berdasarkan kajian Dinas Perhubungan, rasio volume terhadap kapasitas jalan di sejumlah ruas utama telah mencapai lebih dari 0,9, dengan kecepatan kendaraan rata-rata hanya sekitar 20 kilometer per jam.

Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya volume kendaraan, khususnya kendaraan berat dari arah Surabaya dan Ngawi, yang seluruhnya masih melintasi pusat kota melalui sejumlah ruas utama seperti Jalan Ahmad Yani, Gadjah Mada, Untung Suropati, dan Rajekwesi.

Dengan hadirnya Jalan Lingkar Selatan, diharapkan distribusi lalu lintas dapat lebih merata dan beban jalan di pusat kota berkurang signifikan.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut