get app
inews
Aa Text
Read Next : Sungai Tambakromo di Malo Meluap, Permukiman Warga di Desa Petak Terendam Banjir

Viral Mobil Siaga Desa Malo Bojonegoro Dipakai Antar Santri ke Jombang, Ini Kata Kepala Desa

Senin, 06 April 2026 | 16:45 WIB
header img
Mobil siaga desa saat berada di Ponpes Darul Ulum Jombang. Foto: Istimewa

MALO, iNewsBojonegoro.id - Penggunaan mobil siaga milik Desa Malo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan publik setelah fotonya beredar di media sosial. Kendaraan tersebut terlihat berada di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, dan diduga digunakan untuk mengantar santri usai libur panjang Idulfitri.

Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet, mulai dari kritik hingga pembelaan terkait fungsi dan penggunaan fasilitas desa tersebut.

Kepala Desa Malo, Sujito, membenarkan bahwa mobil siaga desa tersebut memang berada di kawasan pondok pesantren di Jombang. Ia menjelaskan, penggunaan kendaraan itu masih berkaitan dengan kebutuhan warga.

Menurut Sujito, mobil siaga digunakan oleh salah satu warga yang sedang menjalani pengobatan alternatif di Jombang. Dalam perjalanan tersebut, warga sekaligus mengantar anaknya kembali ke pondok pesantren setelah libur Lebaran.

“Orang tua santri itu sedang sakit dan berobat di Jombang, sekalian mengantar anaknya yang mondok,” ujar Sujito saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).

Ia menegaskan bahwa mobil siaga desa pada dasarnya diprioritaskan untuk pelayanan kesehatan warga, termasuk antar-jemput pasien ke fasilitas kesehatan, baik di dalam maupun luar daerah.

Namun demikian, kendaraan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan keperluan warga lainnya, selama tidak mengganggu prioritas utama.

“Prioritas tetap untuk warga yang membutuhkan layanan pengobatan,” tegasnya.

Sujito juga memastikan bahwa layanan mobil siaga desa untuk keperluan medis dan sosial diberikan secara gratis. Biaya operasional seperti bahan bakar, perawatan, dan honor sopir telah dianggarkan melalui APBDes.

Sementara itu, untuk penggunaan di luar kepentingan medis dan sosial, warga hanya dibebankan biaya bahan bakar.

“Kalau untuk pengobatan dan kegiatan sosial itu gratis. Di luar itu, hanya mengganti BBM,” jelasnya.

Menanggapi polemik yang berkembang di media sosial, Pemerintah Desa Malo berencana melakukan evaluasi terhadap penggunaan mobil siaga desa. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatannya tetap sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

“Kami akan evaluasi dan sosialisasikan kembali kepada warga,” pungkas Sujito.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut