get app
inews
Aa Text
Read Next : Wabup Ungkap Fakta Pendidikan Warga Bojonegoro, Rata-rata Setara Lulusan SMP

Dedikasi Tanpa Kompromi, Melangkah Bersama 70 Juta Jam Kerja Selamat Lapangan Gas JTB

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:52 WIB
header img
Potret pekerja di Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB), di Bojonegoro. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Keberlanjutan pasokan energi nasional tidak hanya diukur dari besarnya volume produksi, tetapi juga dari komitmen tertinggi terhadap keselamatan kerja. Rekor pencapaian lebih dari 71.498.677 juta jam kerja selamat tanpa kehilangan waktu akibat kecelakaan (Lost Time Injury) menjadi bukti nyata komitmen PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).

Sebagai salah satu pilar pengolah energi dan Objek Vital Nasional (Obvitnas) di Jawa Timur, reputasi keselamatan unggul ini dibentuk melalui penerapan budaya keselamatan kerja yang ketat serta pengelolaan operasional yang andal dan terintegrasi di seluruh area kerja.

General Manager Zona 12 PEPC Afwan Daroni, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perwira dan mitra kerja di lapangan. “Rekor 71 juta jam kerja selamat ini bukan angka semata, melainkan cerminan disiplin dan kepedulian setiap insan yang bekerja di JTB. Kami ingin memastikan bahwa produksi gas yang optimal selalu berjalan seiring dengan keselamatan yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Ditambahkam Afwan, budaya K3 generatif diharapkan menjadi penggerak utama kinerja operasional di JTB. Capaian rekor jam kerja selamat tersebut tidak diraih secara instan, melainkan buah dari internalisasi budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang mengakar kuat di setiap tingkatan perwira dan mitra kerja.

Disiplin dalam menerapkan prosedur keselamatan kerja, mitigasi risiko yang ketat, serta kepedulian antar pekerja menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang terukur dan terlindungi dari potensi bahaya.

Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjadikan Safety Golden Rules, Patuhi, Intervensi, dan Peduli, sebagai bagian dari ritme kerja harian. Kepatuhan sistematis terhadap prinsip keselamatan industri migas ini menjamin bahwa seluruh personel tidak hanya bekerja secara produktif, namun juga kembali ke rumah dengan selamat setiap harinya.

Pencapaian jam kerja selamat yang sangat baik ini berjalan beriringan dengan perlindungan menyeluruh terhadap seluruh aset operasional vital, mulai dari area wellpad hingga Gas Processing Facilities (GPF) di Bojonegoro. Evaluasi pengamanan dan pemetaan risiko dilakukan secara berkala demi menjamin seluruh fasilitas beroperasi secara aman, andal, dan zero incident.

Pengelolaan operasional berbasis HSSE di Lapangan Gas JTB berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan SOP berbasis HSSE, penyelarasan standar operasional dengan standar keselamatan industri migas nasional dan internasional, pengawasan berkala di titik-titik krusial guna mencegah potensi risiko fisik maupun kendala operasional di lapangan, serta penyiapan sistem tanggap darurat yang cepat dan responsif untuk mengawal seluruh area produksi vital.

Penerapan budaya keselamatan dan sistem pengamanan yang tangguh merupakan fondasi utama keberlangsungan pasokan gas. Ketika potensi risiko keselamatan dan gangguan operasional berhasil dimitigasi secara terintegrasi, aktivitas produksi dan distribusi energi dapat berjalan tanpa hambatan.

Penguatan keandalan operasional di area JTB turut membawa dampak positif bagi kepastian pasokan gas industri, pembangkit listrik, serta sektor pendukung perekonomian nasional. Dengan terjaganya keandalan operasional secara berkelanjutan, pasokan energi ke masyarakat dan sektor strategis dapat dipastikan terus mengalir secara aman dan stabil.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut