Warga Ngasem Keluhkan Bau Tak Sedap Diduga dari Lapangan Gas JTB, Ini Respons Pertamina
NGASEM, iNewsBojonegoro.id - Sejumlah warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, mengeluhkan adanya bau menyengat yang tercium pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan masyarakat dan viral di media sosial, dengan dugaan bau berasal dari aktivitas produksi di Lapangan Unitisasi Gas Jambaran–Tiung Biru (JTB) yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC).
Beberapa warga menyampaikan keluhannya melalui grup media sosial Facebook Masyarakat Ngasem. Salah satu akun menuliskan bahwa bau tersebut sangat mengganggu aktivitas warga.
“Baunya dari JTB sangat mengganggu orang Ngasem,” tulis akun @MadXXX, Kamis malam (8/1/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan akun lain yang menyebut aroma tidak sedap menyerupai bau septiktank.
“Info warga Ngasem mencium bau tidak sedap, mirip septiktank,” tulis akun @WulanXXXX.
Selain dua komentar tersebut, sejumlah warga lain turut menyampaikan pengalaman serupa, yang semakin memicu perhatian publik terhadap sumber bau menyengat tersebut.
Menanggapi keluhan warga, Manager Communication Relations CID PEPC, Rahmat Drajat, menyampaikan apresiasi atas laporan dan perhatian masyarakat. Ia menegaskan perusahaan memahami ketidaknyamanan yang dirasakan warga dan menyampaikan empati atas situasi yang terjadi.
“Begitu menerima laporan, tim teknis kami langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas operasional di Lapangan JTB,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Kamis (8/1/2025).
Berdasarkan hasil peninjauan terkini, PEPC memastikan seluruh kegiatan operasional di Lapangan JTB berjalan normal. Tidak ditemukan adanya anomali maupun gangguan pada fasilitas produksi yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Selain pemeriksaan fasilitas, PEPC juga melakukan pemantauan kualitas udara secara langsung sesuai standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Hasil pengukuran menunjukkan kualitas udara berada dalam kondisi aman dan tidak terdapat parameter yang melebihi baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.
Rahmat menegaskan bahwa PEPC berkomitmen penuh mengedepankan keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional. Saat ini, perusahaan terus berkoordinasi secara proaktif dengan pemerintah desa dan para pemangku kepentingan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Kami akan menyampaikan informasi lanjutan kepada masyarakat apabila terdapat perkembangan terbaru dari proses pemantauan yang masih berlangsung,” pungkasnya.
Editor : Dedi Mahdi