Hidup Sebatang Kara, Pria di Padangan Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi
PADANGAN, iNewsBojonegoro.id - Warga Desa Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam kamar mandi rumahnya, Senin (18/05/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Korban diketahui berinisial SS (53), warga Desa Padangan RT 002 RW 001, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Korban selama ini tinggal seorang diri di rumahnya.
Kapolsek Padangan Polres Bojonegoro, Komisaris Polisi (Kompol) Hufron Nurrochim SH menjelaskan, penemuan mayat tersebut bermula saat seorang warga bernama Diman Mujaki (19) mencium bau tidak sedap saat melintas di depan rumah korban.
“Selanjutnya pada Senin (18/05/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, saksi Diman Mujaki kembali lewat depan rumah korban dan masih mencium bau tidak enak,” tutur Kapolsek Kompol Hufron Nurrochim SH.
Karena merasa curiga, saksi kemudian memberitahu Sampurno (48) dan mengajaknya mengecek kondisi rumah korban. Saat pemeriksaan dilakukan, Diman masuk ke dalam rumah sementara Sampurno menunggu di depan rumah.
“Kemudian saksi Diman Mujaki melihat korban sudah meninggal dunia di kamar mandi dengan posisi tubuh miring ke kanan dengan kondisi sudah membusuk,” tutur Kapolsek.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Padangan. Setelah menerima laporan, petugas kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Padangan dan RSUD Padangan mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi korban.
“Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUD Padangan untuk dilakukan visum,” kata Kapolsek.
Berdasarkan hasil identifikasi, korban memiliki tinggi badan sekitar 169 sentimeter dengan berat badan kurang lebih 70 kilogram. Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan tinggal sendirian di rumah miliknya.
Polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh dan tidak segera mendapatkan pertolongan. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” kata Kapolsek.
Pihak keluarga, lanjut Kapolsek, menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Penolakan autopsi itu juga disertai surat pernyataan dari keluarga korban.
“Jenazah korban telah kami serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek.
Editor : Arika Hutama