Realisasi Tembus Rp3,92 Triliun, Kepala DPMPTSP Beberkan Strategi Investasi di Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Bojonegoro, Budiyanto, S.Pd., MM, memaparkan strategi peningkatan investasi di Kabupaten Bojonegoro.
Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kuliah praktisi yang digelar Program Studi Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro) di modern class fakultas, Selasa (19/5/2026).
Selain memaparkan strategi peningkatan investasi di Kabupaten Bojonegoro, dia juga menjelaskan potensi daerah yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurut pria yang akrab disapa Budi itu, investasi menjadi faktor penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Bojonegoro, kata dia, memiliki sejumlah keunggulan mulai dari sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), hingga letak geografis yang strategis untuk pengembangan investasi.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun telah memetakan sejumlah sektor prioritas investasi. “Tentu yang paling utama di sektor energi dan migas. Kemudian disusul sektor pertanian dan agroindustri, UMKM dan industri kreatif, pariwisata, hingga perdagangan dan jasa,” tuturnya.
Selain sektor unggulan tersebut, Budi menyebut masih terdapat peluang investasi potensial yang belum tergarap maksimal, salah satunya pengembangan kawasan industri. Menurutnya, keberadaan kawasan industri harus didukung infrastruktur memadai dan iklim investasi yang kondusif.
Ia mengungkapkan, realisasi investasi di Bojonegoro hingga 2025 mencapai Rp 3,92 triliun. Meski demikian, berbagai tantangan masih dihadapi dalam menarik investor ke daerah.
“Tapi kita tidak menuntup adanya tantangan dalam berinvestasi. Seperti persaingan antar daerah, kesiapan SDM, peningkatan infrastruktur tertentu, dan perubahan kondisi ekonomi global,” terangnya.
Untuk meningkatkan daya tarik investasi, DPMPTSP Bojonegoro menjalankan sejumlah strategi promosi. Mulai dari advertising, menjaga hubungan kelembagaan dengan investor, keterlibatan dalam event marketing, personal selling, hingga digital outreach.
Selain promosi, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat iklim investasi melalui reformasi birokrasi, penguatan koordinasi antarinstansi, serta digitalisasi pelayanan publik.
Dalam paparannya, Budi juga mencontohkan pentingnya keberadaan perguruan tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah. Ia menilai aktivitas pendidikan mampu menciptakan efek ekonomi berantai bagi masyarakat.
“Seperti di Kota Jogja yang dijuluki sebagai Kota Pendidikan. Berapa banyak kampus yang ada di sana? Lalu berapa banyak kos-kosan, rumah makan, toko buku dan alat tulis, dan usaha-usaha lainnya untuk menunjang aktivitas perkuliahan? Perputaran perekonomiannya banyak di situ,” tandas mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro ini.
Editor : Arika Hutama