Peringati Harkitnas, Wabup Bojonegoro Soroti Tantangan Daerah dan Efisiensi APBD
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (20/05/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk menjadikan semangat kebangkitan nasional sebagai landasan memperkuat pelayanan publik dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.
Dalam pidatonya, Wabup Nurul Azizah juga menyinggung langkah efisiensi penyelenggaraan APBD yang saat ini dilakukan pemerintah daerah sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, sejumlah kewajiban daerah masih harus diselesaikan pada tahun 2026 sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak.
“Ada beberapa isu tematik yang harus kita selesaikan bersama, mulai dari kemiskinan, peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran hingga konektivitas wilayah,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa sektor kesehatan dan ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat, termasuk program pengobatan gratis yang membutuhkan dukungan bersama.
Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, Nurul Azizah juga mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meneguhkan arah perjalanan bangsa melalui Asta Cita sebagai delapan misi besar pembangunan nasional.
“Saudara-saudari yang saya muliakan, dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat,” katanya.
Ia menambahkan, peringatan Harkitnas 2026 harus menjadi momentum membangkitkan semangat persatuan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi hingga generasi muda.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api ‘Boedi Oetomo’ dalam setiap lini kehidupan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” tuturnya.
Menutup amanatnya, Wabup menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia demi mewujudkan kejayaan bangsa.
“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia.”
Editor : Arika Hutama