Presiden Prabowo Kembali Berkurban Sapi di Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan sapi kurban ke Kabupaten Bojonegoro pada Hari Raya Idul Adha 2026. Jika tahun lalu hewan kurban presiden ditempatkan di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, tahun ini sapi kurban tersebut diinformasikan berada di Masjid Baabus Shofa.
Informasi tersebut disampaikan pengurus Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Munawar, saat dikonfirmasi terkait penyaluran hewan kurban dari Presiden.
“Sapi presiden di taruh Masjid Baabus Shofa Mas,” kata Munawar.
Masjid Baabus Shofa sendiri diketahui telah resmi menjadi aset milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sejak tahun ini. Lokasinya berada di kawasan Jalan Gajah Mada dan Jalan Basuki Rahmat, Bojonegoro.
Belum ada informasi lebih lanjut, mengenai apakah ada sapi atau hewan kurban Presiden di lokasi lain di Bojonegoro, selain di Masjid Baabus Shofa.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menjelaskan bahwa sapi kurban yang dibagikan Presiden Prabowo berasal dari pos anggaran Bantuan Kemasyarakatan Presiden yang bersumber dari APBN.
“Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden. Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu memengaruhi harga sapi,” kata Juri kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Ia menyebut total anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program sapi kurban presiden tahun ini mencapai sekitar Rp100 miliar.
“Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100-an miliar, Rp 100 miliar," lanjutnya.
Secara nasional, terdapat 1.098 ekor sapi kurban yang dibagikan Presiden Prabowo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 598 sapi disalurkan ke berbagai daerah, sementara 500 ekor lainnya diberikan kepada lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat.
Pengadaan sapi kurban dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, serta dinas daerah yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan.
Pemerintah juga menggandeng Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) bersama para penyedia hewan kurban guna memastikan seluruh sapi memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan sebagai hewan kurban.
"Sehingga, dalam hal pemenuhan sejumlah atau 1.098 sapi ini, bisa kami dapatkan dengan baik atas kerja sama dengan mereka, dengan penyedia hewan kurban, dan dengan pihak-pihak yang memastikan seluruh hewan kurban ini memiliki kualifikasi atau syarat-syarat untuk menjadi sapi kurban," ujarnya.
Juri menambahkan seluruh sapi kurban tersebut berasal dari peternak lokal di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah berharap program tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas peternakan nasional.
"Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal ya, peternak lokal sehingga diharapkan mereka dapat momentum ini, mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi, karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban," ujarnya.
Selain mendukung peternak lokal, pemerintah juga berharap momentum penyaluran hewan kurban dapat memperkuat industri peternakan nasional sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan daging sapi dalam negeri.
"Pak Presiden juga berharap supaya ini juga momentum untuk pengembangan ya industri peternakan di Indonesia secara mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan khususnya daging sapi dalam negeri," pungkasnya.
Editor : Arika Hutama