get app
inews
Aa Text
Read Next : Bisa Gunakan AI untuk Skripsi dan Riset? Unigoro Siapkan Regulasi untuk Dosen dan Mahasiswa

Hadirkan Pakar dari University of Queensland Australia, Unigoro Bahas Tantangan Biosekuriti Modern

Selasa, 02 Juni 2026 | 15:37 WIB
header img
Mahasiswa saat menyiak pemaparan narasumber dari University of Queensland. Foto: iNews Bjn

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro) untuk pertama kalinya menggelar kuliah umum internasional secara daring, Selasa (2/6/2026). 

Kegiatan yang diikuti seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian tersebut mengangkat tema biosekuriti atau keamanan hayati di Australia dengan menghadirkan Associate Professor in Crop Protection School of Agriculture and Food Sustainability The University of Queensland Gatton, Australia, Dr. Anthony Young.

Dalam pemaparannya, Anthony menjelaskan bahwa biosekuriti merupakan istilah yang relatif baru untuk fenomena yang telah lama dikenal. Menurutnya, konsep keamanan hayati terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik agar dapat diterapkan secara efektif.

“Aspek keamanan hayati tanaman meliputi resiko, karantina, taksonomi, respon, politik, masuknya OPT (organisme pengganggu tanaman) asing, diagnosis, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Pakar epidemiologi penyakit tebu tersebut juga mengulas sejarah perkembangan biosekuriti yang berawal dari praktik karantina pada masa Yunani Kuno. Saat itu, kelompok penderita kusta harus menjalani isolasi selama 40 hari untuk mencegah penyebaran penyakit.

Anthony kemudian menyinggung munculnya wabah mematikan The Black Death yang disebabkan bakteri "Yersinia pestis"dan ditularkan oleh kutu. Ia menjelaskan bahwa penyakit tanaman juga dapat berkembang melalui proses evolusi kompleks antara gen inang dan patogen, sehingga organisme penyebab penyakit kerap mencari inang alternatif untuk bertahan hidup.

“Biosekuriti sebenarnya memberikan tantangan bagi semua pihak yang terlibat. Karena antara kehadiran ahli pertanian serta regulasi pemerintah di bidang tersebut saling terkait. Contohnya seperti wabah Malaysian Pineapple Ghost Rot yang disebabkan oleh strain bakteri yang kurang terkarakterisasi. Biosecurity Australia mengklaim strain Ghost Rot bersifat endemik dan karenanya tidak menimbulkan ancaman,” paparnya.

Kuliah umum internasional yang dimoderatori oleh Edi Wiraguna, SP., M.Sc., Ph.D., berlangsung interaktif. Mahasiswa Fakultas Pertanian Unigoro memanfaatkan sesi diskusi untuk menggali lebih dalam berbagai aspek biosekuriti, mulai dari pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga tantangan regulasi keamanan hayati di berbagai negara. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pertanian global yang semakin spesifik dan dinamis.

Dekan Fakultas Pertanian Unigoro, Ir. Darsan, M.Agr., mengapresiasi inisiatif Program Studi Agribisnis Unigoro yang menghadirkan narasumber bertaraf internasional. Menurutnya, forum akademik tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari sekaligus membandingkan praktik pertanian di Indonesia dan Australia.

“Melalui forum kuliah umum internasional ini, kita dapat membandingkan sistem pertanian di negara Australia dan Indonesia secara detail. Khususnya terkait biosekuriti,” terangnya.

Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., menyatakan bahwa kegiatan internasional semacam ini diharapkan mampu memperkuat jejaring global kampus. Selain itu, civitas akademika juga didorong untuk menghasilkan riset yang relevan dengan isu-isu pertanian terkini.

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si. Ia menegaskan komitmen Unigoro untuk terus berkembang menjadi kampus bertaraf internasional, termasuk melalui aktivitas pembelajaran yang akrab dengan lingkungan akademik global.

“Langkah ini (kuliah umum internasional) dapat diikuti prodi-prodi lainnya. Sehingga bisa ditindaklanjuti dengan kerja sama fakultas dengan kampus asing,” tuturnya.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut