Delapan Poktan dan Gapoktan di Bojonegoro dapat Bantuan Alsintan, Berikut Data Para Penerimanya
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berkomitmen mendukung sektor pertanian melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro.
Bantuan yang disalurkan sebanyak delapan unit alsintan kepada delapan poktan dan gapoktan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Bantuan tersebut terdiri atas enam unit traktor roda dua, satu unit traktor roda empat, dan satu unit rice transplanter.
Program bantuan ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi beban pekerjaan di lapangan. Selain sebagai sarana produksi, bantuan alsintan juga menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro.
Penerima bantuan traktor roda dua yakni Poktan Bina Karya II dan Poktan Bina Karya 01 Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Poktan Tani Makmur Diporono Desa Klampok, Kecamatan Kapas, Poktan Sumber Mulyo Desa Bubulan, Kecamatan Bubulan, Poktan Tani Mulyo Dua Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, serta Gapoktan Tani Subur Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru.
Sementara itu, bantuan rice transplanter diserahkan kepada Poktan Subur Makmur Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno. Adapun bantuan traktor roda empat diterima Poktan Sejahtera Desa Tlatah, Kecamatan Purwosari.
Ketua Poktan Subur Makmur Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, A. Kirnan, saat menerima pemberian pada selasa (02/06) mengaku bersyukur atas bantuan rice transplanter yang diterima kelompoknya. Menurutnya, alat tersebut akan sangat membantu proses tanam padi yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi petani. Dengan adanya rice transplanter, pekerjaan tanam menjadi lebih cepat, lebih rapi, dan biaya tenaga kerja bisa ditekan,” ujar Kirnan.
Ia menjelaskan bahwa petani kerap menghadapi kendala keterbatasan tenaga kerja ketika musim tanam berlangsung secara bersamaan. Karena itu, keberadaan alsintan dinilai mampu mempercepat proses budidaya dan membantu petani menjalankan jadwal tanam tepat waktu.
“Kalau tanam bisa lebih cepat, tanaman juga bisa tumbuh seragam dan hasil panen diharapkan meningkat. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan produksi pertanian,” tambahnya.
Kirnan juga memastikan alsintan yang diterima akan digunakan secara bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok tani. Selain itu, perawatan alat akan dilakukan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh para petani.
Editor : Arika Hutama