Goes to Campus, ICMI Bojonegoro Dekatkan Mahasiswa Gen Z dengan Pakar di Unigoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Bojonegoro memulai program ICMI Mengajar melalui kegiatan kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro), Rabu (10/6/2026).
Program tersebut menghadirkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, S.Pi., M.P., yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Pertanian ICMI Bojonegoro.
Kuliah umum yang berlangsung di Hall Suyitno itu mengangkat tema kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami berbagai isu strategis sektor pertanian di tingkat lokal.
Dekan Fakultas Pertanian Unigoro, Ir. Darsan, M.Agr., menegaskan pentingnya mahasiswa memahami kebijakan dan tantangan pembangunan pertanian di daerah. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat dan membutuhkan kontribusi generasi muda yang memahami persoalan di lapangan.
“Kebijakan ketahanan pangan lokal harus inline dengan upaya peningkatan produktivitas pertanian,” terangnya.
Dukungan terhadap program ICMI Mengajar juga disampaikan Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si. Ia menilai program tersebut dapat menjadi sarana berbagi wawasan dan pengalaman antara kalangan akademisi, praktisi, dan masyarakat luas.
“Harus ada kolaborasi intelektual antara ICMI dengan perguruan tinggi, lembaga sekolah, instansi pemerintah, lembaga swasta, serta seluruh elemen masyarakat. Terlebih ICMI jugaa diperkuat oleh anggota dari lintas bidang yang memiliki kepakaran masing-masing,” imbuh pria yang juga Ketua Umum ICMI Bojonegoro.
Dalam pemaparannya, Zaenal Fanani menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu isu strategis yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro 2025–2029. Penguatan sektor agro, kata dia, harus berjalan beriringan dengan upaya mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan kesejahteraan sumber daya air (water prosperity), pengembangan agroindustri, serta kelancaran rantai pasok.
“Beberapa arah kebijakan yang telah dirumuskan antara lain peningkatan produktivitas lahan pertanian secara berkelanjutan, peningkatan produksi peternakan dan perikanan, pengembangan silvopastura, serta peningkatan akses asuransi pertanian. Pemkab Bojonegoro juga melakukan modernisasi pertanian yang berkelanjutan melalui inovasi kolaboraatif,” paparnya.
Kuliah umum yang dimoderatori Moh. Yusuf Dawud, SP., M.Agr., berlangsung interaktif. Mahasiswa Fakultas Pertanian Unigoro aktif memanfaatkan sesi diskusi untuk menggali informasi dan bertukar pandangan langsung dengan praktisi yang terlibat dalam perumusan kebijakan pertanian daerah.
Melalui program ICMI Mengajar, ICMI Bojonegoro berharap dapat memperkuat sinergi antara kalangan intelektual dan perguruan tinggi sekaligus mendekatkan para pakar kepada generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan di berbagai sektor, khususnya pertanian.
Editor : Arika Hutama