Rusa Timor Lepas dari Penangkaran di Tuban, BBKSDA Intensifkan Pencarian
TUBAN, iNewsBojonegoro.id – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur terus mengintensifkan upaya pencarian dua ekor Rusa Timor yang masih berada di luar area penangkaran Fuel Terminal Tuban setelah insiden lepasnya tiga ekor satwa konservasi tersebut pada 18 Mei lalu.
Sebagai perusahaan yang menjalankan program pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, Pertamina Patra Niaga memastikan penanganan kejadian tersebut dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan instansi terkait guna menjamin keselamatan satwa serta keberlangsungan program konservasi yang telah berjalan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tiga ekor Rusa Timor diduga keluar dari area penangkaran melalui celah pada pagar kandang yang terbentuk akibat perbedaan kontur tanah di sekitar lokasi.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pertamina Patra Niaga segera melakukan koordinasi intensif dengan BBKSDA Jawa Timur untuk mempercepat proses pencarian sekaligus memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai prinsip konservasi satwa.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan perusahaan sejak awal berfokus pada upaya penyelamatan dan pencarian satwa dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang konservasi.
Sejak awal kejadian, kami berfokus pada upaya pencarian dan penyelamatan satwa dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang konservasi.
"Langkah-langkah yang dilakukan mencakup patroli lapangan, pemantauan menggunakan drone, serta pendampingan dari dokter hewan dan zoo keeper guna memastikan proses pencarian dilakukan secara aman dan sesuai standar," ujar Ahad.
Selain melakukan pencarian, Pertamina Patra Niaga juga bergerak melakukan evaluasi dan perbaikan pada fasilitas penangkaran. Area pagar yang diduga menjadi titik keluarnya satwa telah ditangani guna mencegah kejadian serupa terulang.
Perusahaan juga tengah menyiapkan renovasi dan peningkatan fasilitas penangkaran sesuai standar konservasi yang berlaku.
Langkah tersebut mencakup penyesuaian desain kandang yang nantinya akan diverifikasi oleh BBKSDA Jawa Timur untuk memastikan aspek keamanan dan keandalan fasilitas konservasi semakin optimal.
Hingga saat ini, proses pencarian terhadap dua ekor Rusa Timor yang masih berada di luar area penangkaran terus dilakukan secara intensif.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan pemantauan, pencarian, dan perbaikan fasilitas sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pengelolaan program konservasi satwa.
Perusahaan juga menilai kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat, serta lembaga konservasi menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian satwa dan keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Melalui langkah penanganan yang terkoordinasi dan perbaikan fasilitas secara berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga berharap program konservasi Rusa Timor di Fuel Terminal Tuban dapat terus berjalan dengan baik serta memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Editor : Arika Hutama